Juraganku Ternyata Mantan Pacarku-Lendir69

Juraganku Ternyata Mantan Pacarku-Lendir69

Juraganku Ternyata Mantan Pacarku-Lendir69Juraganku Ternyata Mantan Pacarku-Lendir69.Kisah Sex ini menceritakan tentang skandal sex antara pembantu dan juragan laki-lakinya. Hal itu bisa terjadi karena ternyata pembantu wanita itu adalah mantan pacar majikan laki-lakinya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!
Namaku Yuli usia 32 tahun aku bekerja di sebuah laundry menjadi tukang cuci dan setrika. Aku mempunyai 2 anak yang kini duduk dibangku sekolah dasar dan SMP. Namun hanya satu yang ikut denganku , anak pertama ikut bapaknya. Aku udah lama bercerai karena aku memang sudah tidak suka dengan suamiku.

Beberapa kali aku berselingkuh dengan pria membuat suamiku kerap marah dan akhirnya menceraikan aku. Aku bekerja di laundry karena hanya itu lowongan pekerjaan yang ada. Dengan lulusan SMP aku tidak banyak pengalaman. Kadang kalau bekerja anakku ikut, untung saja bos ku sangat baik hati. Padahal laundry itu sangat ramai keluar masuk cucian dan hanya 3 saja pegawainya.
Pulang sekolah anakku selalu pulang ke tempat aku kerja menemaniku hingga sore hari. Berangkat jam 7 pagi pulang jam 5 sore kalau membutuhkan uang lebih biasanya aku lembur setiap harinya hingga larut malam. Sebulan aku di gaji 1 juta dan uang lemburan per harinya 25 ribu. Ya bisa buat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aku serumah dengan ibukku yang sudah lanjut usia itu. Terkadang aku menyesali perceraian dengan suamiku. Namun entahlah memang sudah jalanku seperti ini. Setelah aku menjalani betapa susahnya mencari uang sendiri aku lebih berhati-hati dalam mengelola uang. Aku pun meninggalkan kebiasaan burukku yaitu berselingkuh dengan banyak pria.
Aku terus berusaha bekerja dengan giat agar aku memiliki sedikit tabungan untuk anakku kelak. Apalagi semakin hari anakku semakin besar aku harus menyisakan uang sedikit untuk dia. Aku juga ingin sekali memiliki motor karena setiap pagi aku harus berjalan lumayan jauh. Rencananya aku mau kredit motor agar aku tidak kesusahan jika berangkat kerja.
Bos ku juga menghendaki aku kredit motor dengan potong gaji aku perbulan. Bosku baik hati dia selalu memberikan solusi yang terbaik untukku. Aku sudah menggangap dia seperti saudara, bosku juga sudah banyak sekali membantu aku. Sering di beri sembako atau sisa lauk yang tidak di makan.
Ya lumayanlah aku mempunyai bos yang sangat baik hati. Namun semenjak aku kerja di sana aku belum tahu suaminya. Katanya suami berlayar di luar negeri kalau pulang setahun sekali. Laundry itu hanya untuk mengisi kesibukan saja karena daerah dekat dengan kampus dan banyak kost. Anak kuliahan semua jadi langganan laundry tempat aku bekerja.
Suatu hari mendekati lebaran orderan semakin ramai banyak yang mudik. Laundry hanya ada aku hingga aku kuwalahan menghadapi pelanggan. Aku pun menginap di rumah bu Rini bosku itu. Anakku juga ikut tidur di tempat kerja beberapa hari hinga sehari sebelum lebaran. Ketika itu bu Rini menjemput suaminya di bandara.
Aku membersihkan rumahnya merapikan kamar bu Rini. Rumah yang sangat luas membuat aku ngos-ngos an keringat jatuh bercucuran. Aku membersihkan rumah sekitar 2 jam. Tak lama kemudian Bu Rini pulang dengan suami dan anaknya. Aku terkejut ternyata suami bu Rini itu adalah mantan pacarku dahulu dikala SMP.
Cinta monyet jaman dahulu aku sangat terkejut dia bisa sesukses ini. Suami Bu Rini namanya Hendra, dia tampak terkejut sepertiku. Aku pura-pura tidak mengenalnya Hendra pun begitu. Aku dianggap sebagai pembantunya mungkin dia tidak tahu kalau aku karyawan di laundry milik istrinya.
Aku bergegas meneruskan pekerjaanku setrika banyak sekali. Namun aku sudah gagal focus karena aku terus kepikiran Hendra yang makin ganteng dan sukses itu. Rasanya nggak mungkin melihat penampilan Bu Rini yang biasa saja sedangkan Hendra sangat berwibawa dan ganteng sekali.
Sore pun tiba aku harus pulang ke rumah aku menutup kios sembari memberikan kunci ke Bu Rini. Aku berjalan mendekati sepasang suami istri yang sedang ngobrol di teras rumah,
“ini siapa Mah?” tanya Hendra pura-pura lupa dengan ku pada istrinya.
“ini karyawan laundry pah namanya mbak Yuli, dia rajin sekali hlo pah…” ucap Bu Rini.
“ohh… salam kenal ya Mbak”
“iya pak…”

Juraganku Ternyata Mantan Pacarku-Lendir69Dengan kata-kata yang singkat aku menjawab dan aku segera berpamitan dengan Bu Rini. Dijalan aku terus bertanya-tanya, kenapa Hendra tidak mengenali aku sama sekali. Dia dulu meninggalkan aku karena dia harus pindah ke Bandung untuk meneruskan sekolahnya sedangkan aku tidak bersekolah. Jaman dulu tidak ada handphone, jadi saat itu kami surat surat menyurat.
Namun entah mengapa suratku tidak [ernah dibalas lagi,higga sekrang tahu-tahu mas hendra sudah sukses dan menjadi suami orang. Biarlah karena semua itu bagiku sudah berlalu dan kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing. Dia hanyalah mantan di waktu SMP dulu wajar saja dia tidak mengenali aku yang berpenampilan lusuh ini.
Aku juga tidak berharap dia mengenaliku lagi aku sudah melupakan jauh-jauh kenangan di kala itu. Aku harus tetap bekerja demi anakku, tidak memandang bahwa suami Bu Rini adalah mantanku. Keesokan harinya aku berangkat kerja Bu Rini menyuruhku untuk datang pagi hari. Orderan yang sangat menumpuk di kala itu.
Sesampainya di rumah Bu Rini aku membuka kios menyapu agar terlihat bersih,
“mbak Yuli maaf hari ini saya harus pergi, tolong ya orderannya di handel dulu. Tolong nanti bapak di belikan sayur ya untuk sarapan..”
“oh iya bu…” ucapku dengan ramah.
Saat itu aku binggung karena nanti harus menyiapkan sarapan untuk Hendra. Karena itu sudah menjadi tugasku, maka saat itu aku cepat membeli sayur sebelum Hendra bangun. Aku melakukan itu karenaaku nggak mau melihat wajahnya lagi. Setelah aku membeli sayur aku meletakkannya di meja makan. Tidak aku sanggka saat itu ada yang memegang pundakku dari belakang,
“hay Yul…”
Spontanitas akupun menolehkan wajahku, tidak kusangka dia adalah Hendra. Aku hanya terdiam dan menundukkan kepala dihadapannya. Aku menyadari dia adalah majikanku,
“maaf ya Yul aku berpura-pura tidak mengenalimu, soalnya aku takut kalau istriku berfikiran macam-macam terhadapmu…”ucap hendra padaku.
“oh iya tidak apa-apa kog Mas…” jawabku sekenanya.
“kamu sudah lama ya bekerja di sini? Oh iya Yul kamu sudah tahu tentang penyakit istriku belum..?”
“iya sudah lama aku bekerja disini Mas, Oh iya emangnya Bu Rini sakit apa ya Mas ??” tanyaku penasaran.
“istriku mengidap suatu penyakit yang membuat dia tidak bisa melayani kebutuhan sexs-ku Yul, huh…”
“haah kamu yang benar aja maas, kayaknya selama aku disini Bu Rini baik-baik aja kok mas..”
“ya begitulah dia pandai menyembunyikan penyakitnya, makanya aku jarang pulang…” ucapnya dengan wajah memelas.
Saat itu kami-pun duduk di sofa yang berada di sudut ruangan rumah. Aku juga menceritakan permasalahan yang aku hadapi dalam rumah tanggaku dulu. Kita saling curhat saling menyemangati satu sama lain. Tiba-tiba Hendra mendekati aku, dia duduk persis disampingku. Aku merasa tidak nyaman takut Bu Rini pulang dan melihat aku sedang berduaan dengan suaminya.
Entah waktu itu kejadian yang sangat tidak diinginkan terulang kembali. Hendra dengan biasa memegang dan mengelus rambutku. aku merasa nyaman berada di dekatnya. Dia semakin membuat aku terbawa suasana di jaman kita masih sekolah. Hendra mencium bibirku dengan sangat lembut. Aku menolak dengan menolehkan mukaku.
Dia terus mencoba menciumi bibirku dengan sangat bergairah. Lama-lama aku terbawa dalam kegairahan Hendra, dia mencium dan memelukku dengan sangat erat. Setelah itu dia meremas payudaraku dengan sangat keras. Aku tak kuasa menahan kenikmatan iyu karena memang sudah lama sekali aku tidak pernah dijamah pria lagi.
Kaosku dibuka sehingga aku hanya memakai bra saja. Aku nurut apa yang dia lakukan terhadapku. Payudaraku di remas-remas hingga aku lemas tak berdaya. Tampak wajah beringas Hendra yang haus akan belaian itu,
“aaaahhh…Hen…remas lagi hen…aahhhh……”
Braku yang berukuran 36B itu telepas, payudaraku yang menggantung kencang itu berada dihadapannya. Dia tampak semakin bersemangat melihat payudaraku, putting susuku dimainkan diputar-putar. Aku horny banget,

Juraganku Ternyata Mantan Pacarku-Lendir69
“ooohh…ooohhh…ahhhh…hennn…ooohhhhhh……”
Aku terus mendesah merasakan kenikmatan itu. Hendra dengan penuh nafsu terus saja membuat aku terangsang. Bibirnya menempel di putting susuku, dan dia mengulum putting ku yang menionjol itu. Sesekali dia tarik putiingku hingga mau lepas,
“oohhh…oohhhh….aaaahh…Hen….aahhhhhhhh……lagi hen… ah….”
Hendra melepas pakaiannya dan dia hanya mengenakan celana dalam saja. Tampak penisnya tegak sangat besar dan masih tertutupi celana dalamnya. Aku sudah tidak sabar ingin melihat betapa nikmatnya penis Hendra itu. Badannya berada diatasku aku serasa ngap karena badan Hendra yang besar berada diatas.
Dia menciumi bibirku dengan beringas. Penisnya digesek-gesekkan ke memekku yang hanya memakai celana dalam saja. Nikmat banget,
“aaahhh…akkkkhhhh….aakkkkhhhh…aaahhh Hen…..ohhh..lagi….”
Celana dalamku aku buka aku sudah tidak sabar lagi. Hendra menegrti jika aku membuka celana dalam diapun begitu. Aku dan dia sudah telanjang bulat di sofa, sudah tidak kepikiran lagi bahwa kita melakukan di ruang tamu.Hendra mengelus memekku dari atas ke bawah. Bulu-bulu kemaluan yang rimbun membuat Hendra gemas melihatnya.
Dia memainkan jemarinya meraba dan mengelus hingga aku merasakan kenikmatan. Sangat nikmat dan membuat aku melayang,
“aaakkkkhhh….akkkkhhh……akkkhhhh……hendra aaaahhh….”
Tampak memekku basah keluar cairan yang sangat banyak. Dia menjilati selakanganku hingga aku mendesah keras,
“aaaahhhhhh…aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…..aahh lagi…aaahh……”
Aku terus memintanya agar terus memainkan aku. Memekku dijilati Hendra, wajahnya memerah dan sangat perkasa melihat memekku yang merekah itu. Setelah itu kite berposisi dengan gaya 69. Penisnya tepat didepan mulutku, aku segera menyeruput penis besarnya itu. aku kocok dan aku kulum dengan perlahan,
“aaahhh…terus yuli…terus….ahhhhhh…..”
Tampak Hendra mendesah merasakan kulumanku. Penis terus aku kocok hingga dia semakin bergairah, begitupula dia menjilati dan mengecup memekku yang terus mengeluarkan cairan itu. Penis yang besar itu rasanya tidak muat masuk ke mulutku, namun aku mencoba memasukkan seluruh penis Hendra. Tanganku tak henti-hentinya mengocok penis Hendra, semabri dia juga terus menjilati lubang memekku,
“aaahhhhhhh….aahhhh…aaaakkkhhhh terus ayo terus….akkkkkhhh…” desahan Hendra.
Dia udah nggak tahan dengan kulumanku, dia kembali ke posisi semula. Aku berada di bawahnya. Penisnya berusaha di masukkan ke dalam lubang memekku. Ujungnya diputar-putar hingga tubuhku menggeliat nikmat,
“aaaakkkkhhh…aaaaakkkhhhh..terus Hen…lagi Hen…aaahhhh….”
Hendra terus berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku. Batang penisnya masuk ke dalam memekku nikmat sekali,
“aaaaaakkkhhhh…aaakkkkkhh…..akkkhhh Hen…aaahhhhh…..”
Dia terus menekan penisnya yang besar itu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang kenikmatanku. Menggoyangkan terus penisnya gerakan Hendra sangat lihay, aku puas sekali. Aku sangat horny dibuatnya. Maju mundur keras banget gerakannya, aku tak kuasa. Tubuhku serasa bergetar dibuatnya,
“aaaaahhhhh…akkkhhhh aaahhh…..nikmat ooooohhh….”
Payudaraku diremas-remas sesekali dia mengulum putting susuku dengan penuh kegairahan. Aku terus mendesah merasakan kenikmatan. Penisnya sudah tertancap di memekku, mentok ke dalam hingga aku terus menggeliat manja,
“ooohh…ohhhh…lagii…ooohhhh…lebih keras Hen…aaaahhhh…..”
Hendra menekan sangat keras nikmatnya hingga ke ubun-ubun mataku terpejam. Sesekali aku mengangkat pantatku agar semakin nikmat,
“aaaaahhhhhhh enak banget….aaahhhh…”
Hendra meremas pantatku dengan sangat keras. Gairah itu semakin besar tak ingin aku melepaskannya. Aku berusaha menjepit penisnya yang besar itu,
“aaaaahhhhhh…..nikmat Yuli…terus jepit aaaahhhh….” Desahan Hendra.
Setelah beberapa waktu kami bersetubuh, Tak lama kemudian sperma dia keluar dan dia semprotkan di tubuhku,

“cccrrrrroooooooootttt…..cccccrrroooottt….cccrrrooooottt……..”
Juraganku Ternyata Mantan Pacarku-Lendir69“aaaahhhhh…………….” Sperma yang kental dan banyak itu membasahi tubuhku.
Lega dan sangat puas itu lah yang tersirat dari wajah Hendra begitupula aku yang lama tidak di jamah. Kita membersihkan badan dan memakai pakaian kembali. Sejak saat itu setiap Hendra pulang aku selalu bercumbu dengannya dikala ada kesempatan. Dia pun selalu memberiku uang perbulan untuk memenuhi kebutuhanku.
Itulah kisahku yang berawal dari karyawan laundry yang bercumbu dengan suami pemilik laundry yang tak lain adalah mantan pacarku dahulu.

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69.Ini adalah kisah ngentot atau cerita dewasa seks dari negeri Jiran Malaysia. Mengisahkan petualangan seks seorang pria di warga Malaysia yang bersetubuh dengan wanita yang tak lain adalah isteri dari orang lain yang membuat nafsu birahinya tinggi. Selengkapnya, silahkan simak cerita lengkapnya berikut ini!

Ini adalah kisah diri aku. Sebagaimana kebanyakan lelaki lain, aku mempunyai nafsu terhadap perempuan. Yalah, lelaki mana yang tidak, kecuali yang gay sahaja. Tetapi nafsu aku ini bukannya pada anak dara sunti, tetapi pada perempuan yang telah berkahwin pada isteri orang lain. Nak tahu kenapa? Aku pun tak tahu. Mungkin sebab thrill untuk memikat perempuan yang telah berpunya. Kalau anak dara tu senang lekat sebab dia pun sedang mencari jugak.

Isteri orang ni lagi susah nak tackle, dan apabila dah dapat bukannya boleh bawak keluar sesuka hati di taman. Kena sorok-sorok dan senyap-senyap dari pengetahuan suaminya dan masyarakat yang lain. It is the thrills and the adventures of cheating with another man’s wife are the ones that made it really erotic. Aku mula mengenali nafsuku ini bila aku bertemu Zarina, isteri rakan karibku Kamal, semasa kami belajar di overseas.

Zarina ni memang cantik orangnya. Kulitnya yang sawo matang beserta dengan rupa paras gadis kampung Melayu menyebabkan aku geram padanya dan menambahkan keinginan untuk aku take up the challenge untuk memikatnya. Obsesi aku terhadap Zarina semakin membuak dari hari ke hari. Setiap malam, aku teringatkan wajahnya. Aku sanggup mengumpul gambar-gambarnya yang aku ambil tanpa pengetahuannya dengan menggunakan kamera zoom aku, dan kemudian merenung gambarnya itu setiap malam sambil melancap batang zakar aku sehingga ke klimaksnya sambil berfantasi seolah-olah aku menyetubuhi Zarina.

Tahun berganti tahun. Kami semua telah pulang ke Malaysia sibuk dengan karier masing-masing. Zarina dan Kamal telah mempunyai tiga orang anak, dan aku pula telah mempunyai seorang girlfriend bernama Linda. Walaupun sibuk dengan tugas masing-masing, kami sentiasa membuat gathering setiap hujung minggu: semua rakan-rakan akan berkumpul di rumah masing-masing mengikut giliran dari minggu ke minggu. Setiap gathering, aku mendekati Zarina, mencium perfume yang dipakainya dan menghidu rambutnya tanpa disedari olehnya, suaminya mahupun rakan-rakan yang lain.

Kadangkala, aku akan mengambil gambar group kami (kononnya), tetapi sebenarnya aku zoom kamera hanya pada Zarina seorang. Hubunganku dengan Linda adalah intim hanyalah sebab aku berfantasi bahawa Linda itu adalah Zarina. Setiap kali aku meniduri Linda, aku memejamkan mataku dan menganggap yang aku sebenarnya sedang menjamah tubuh Zarina. Walaupun kadang-kala aku memanggil nama “Ina” semasa aku sedang bersetubuh dengan Linda, dia tidak perasan kerana nama mereka hampir sama. Sehinggalah satu hari apabila Linda mengajak aku berkahwin, aku sedar bahawa selama ini aku telah menipunya-yang aku telah menggunakannya untuk memuaskan nafsu aku sendiri.

Aku tidak boleh mengahwini Linda kerana aku tidak mencintainya-dan aku tidak boleh membiarkan dirinya ditipu lagi. Aku mengambil keputusan untuk break-off dengan Linda. Dia mula-mula tidak dapat menerimanya dan menjadi emotional. Hampir dua bulan dia mengamok. What a mess. Tapi akhirnya, dia dapat menerima hakikat bahawa aku benar-benar tidak mencintainya. Dalam salah satu dari gathering biasa kami, Zarina terus meluru kepadaku..

“Jantan apa kau ni Faris? Setelah sedap kau tebuk dia, kau sanggup tinggalkannya begitu saja?” Zarina dengan lantangnya mempertahankan kaum wanita sejenis dengannya.
“I have my reasons, Zarina” aku jawab perlahan.
“Reasons? And what reasons might that be?” jawabnya dengan nada yang marah.
“Yang aku nampak, engkau hanyalah seorang yang irresposible!” Aku tidak menjawab.
“Well?” sambung Zarina. Aku masih menyepi. Jawapan yang ada masih rahsia kecuali pada diriku sahaja.
“Let’s go, Kamal” Zarina memberitahu suaminya.
“I don’t want to be around this filth!” Semasa mereka meninggalkan gathering tu, Kamal menepuk bahuku..
“Gimmie a call if you want to talk about it”

Malam itu aku tidak dapat tidur. Fikiran dah berserabut. Keesokkan harinya, aku tidak menghubungi Kamal, tetapi isterinya..

“Ina, I need to talk to you”.
“I have nothing to listen to you” Zarina menjawab ringkas.
“You want to listen to this”, aku membalas.
“Kalau kau nak tahu reasons why I dump Linda, jumpa aku waktu lunch nanti”

Semasa lunch, aku bawa Zarina ke sebuah restoran di Kuala Lumpur.

“Kenapa baru sekarang nak beri tahu?” Zarina bersuara sebaik sahaja kami duduk di meja makan.
“Semalam masa I tanyakan pada you, apasal senyap?”
“Sebab I only want to give the reasons to you” jawabku.
“To me?” Zarina memotong ayatku.
“I rasa the rest of us pun has the right to know”
“Shut up and listen” Jawabku tegas.

Zarina menyandarkan diri di atas kerusinya sambil menyimpul kedua belah tangannya. Aku mengambil nafas panjang.

“Okay, kau nak tahu sangat kenapa I dump Linda, well this is the answer.” Aku merenung terus ke dalam matanya.
“Zarina, ever since the first time I’ve saw you, I have been crazy about you. Setiap malam aku teringatkan kau, I have been fantasising with your pictures. Ya, Zarina, aku melancap setiap malam dengan gambar-gambar kau. Linda? She is nothing but a tool for my fantasy. Setiap kali aku mengucup bibirnya, bibir kau sebenarnya yang aku kucup. Setiap kali aku mengusap rambutnya, menjilat lehernya, merapa badannya, itu semuanya sebenarnya adalah perbuatanku pada kau. And everytime I fucked her, it is you whom I’m really fucking”

Muka Zarina terus pucat, tangannya menggeletar mendengar kata-kata lucah yang baru aku ucapkan padanya. Dia kemudian meletakkan tangannya ke atas meja. Aku terus mencapainya. Apabila aku memegang tangannya, dia terkejut dan menariknya balik. Zarina kemudian bangun dari kerusinya, masih dalam keadaan terkejut sambil berkata..

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69“I, I have to.. Go..” Aku terus mengekorinya keluar dari restoran tersebut. Zarina terus menahan sebuah teksi yang berhampiran. Aku dengan pantas memegang tangannya.
“Let me go, you sick bastard!” dia menjerit.
“Everything I said to you is the truth, Zarina. I want you”
“I am a married woman! I am married to your best friend!”
“I don’t care.”
“I am a mother of three children! I have a wonderful husband and a perfect family”
“I still don’t care.” Air mata mengalir keluar dari mata Zarina.
“Let me go, please” jawabnya perlahan.

Aku melepaskan tangannya. Dia terus masuk ke dalam teksi dan mengarahkan pemandu itu beredar dari situ dengan segera. Zarina menutup matanya dengan tangannya sambil menangis. Selepas insiden itu, aku tidak berjumpa Zarina selama hampir sebulan. Setiap kali ada gathering, Zarina tidak ikut Kamal sekali.

“Mana bini kau, Mal?” tanya Azlan, kawanku.
“Tak sihatlah, ada kat rumah jaga budak-budak” jawab Kamal selamba.
“Hai, takkan tiga minggu tak sihat, mengandung lagi ke?” Azlan berjenaka.
“Taklah, I think three is enough” jawab Kamal sambil tersenyum.
“You alright?” aku menghampiri Kamal
“Sejak dua tiga minggu ni aku nampak kau muram semacam je”
“I’m fine, well” Kamal menarik nafas panjang.
“Sebenarnya tak jugak.”
“What happened?” aku menanya.
“Tak tahulah, Faris. Sejak dua tiga minggu ni, Zarina asyik naik angin je. Itu tak kenalah, ini tak kena lah.” Kamal memulakan ceritanya.
“Ina ada beritahu kau sebabnya?” aku memberanikan diri bertanya.
“Tak pulak, itu yang aku bengang tu. Mood dia ni unpredictable lah.” Kamal menggelengkan kepalanya.
“Next week turn rumah kau pulak. Hopefully, kita orang dapat cheer her up” aku menjawab.

Sebenarnya memang aku rindukan Zarina. Aku memang looking forward nak berjumpa dia minggu berikutnya. Aku dah tak kisah pada apa yang aku cakapkan padanya masa di restoran tempoh hari. Setiap hari aku mengira waktu bila akan dapat berjumpa dengannya. Walaupun aku boleh berjumpa dengannya secara personal di pejabatnya, tapi aku mengambil keputusan untuk tunggu hingga gathering rumah Kamal.

Pada hari tersebut, aku segaja melambatkan diri. Aku mahu lihat reaksi Zarina apabila aku sampai. Apabila tiba di rumah Kamal, semua rakan-rakan telah berada di situ. All the guys tengah melepak kat living hall sementara yang ladies tengah sibuk berceloteh di dining. Budak-budak kecik pulak tengah asyik bermain di luar rumah. Aku perasan Zarina bersama mereka. Mula-mula dia kelihatan tenang, tapi setelah sedar bahawa aku berada di dalam rumahnya, dia nampak semakin gelisah.

Sepanjang malam itu, aku mencuri-curi bermain mata dengan Zarina tanpa pengetahuan Kamal dan rakan-rakan yang lain. Setiap kali ada seseorang buat lawak, aku akan merenung Zarina dengan tajam. Zarina makin lama makin tak senang duduk. Dia beralih dari satu tempat ke satu tempat, bermain-main dengan tangannya yang kadangkala semakin menggeletar. Ada kalanya matanya akan bertemu dengan mataku, tetapi dengan pantasnya dia akan cuba mengalihkan perhatiannya ke tempat lain. Akhirnya Zarina semakin gelisah dan masuk terus ke dapur.

“Mal, aku nak tumpang tandas kau sekejap lah” kataku pada Kamal sambil berjalan menuju ke dapur rumahnya.
“Haa.. Ada kat belakang tu.” jawab Kamal sambil melayan rakan-rakan yang tak kering gusi berjenaka.

Aku masuk ke dalam dapur dan mendapati Zarina berada di situ sedang menyiapkan air untuk para tetamunya. Aku dengan perlahan menutup pintu dapur supaya rakan-rakan di luar tidak nampak kami berdua.

“What the hell are you doing in my house?” Zarina menanya dengan nada yang marah bercampur gelisah.
“Suami kau yang ajak aku sini. Aku datanglah.” aku jawab selamba saja.

Ina terus senyap. Dia terus membuat kerjanya di dapur membancuh air. Tetapi jelas bahawa dia tak dapat nak concentrate dengan apa yang dia lakukannya sendiri. Aku mendekatkan diriku kepadanya dari belakang secara pelan-pelan.

“Aku dengar kau ada gaduh dengan laki kau?” aku bisik di telinganya. Zarina tersentak sekejap. Air yang disediakannya tertumpah sedikit ke dalam sinki dapurnya.
“Kalau iya pun, it’s none of your fucking business” Zarina menjawab.
“No, Zarina. I think it’s all got to do with my fucking business” jawabku kembali.

Aku kemudian dengan perlahan-lahan memeluk pinggannya dari belakang. Zarina dengan pantas meletakkan dulang gelas-gelas minuman yang disediakannya di atas dapur dan terus berpusing menghadapku sambil tangannya cuba untuk menolak dadaku keluar.

“Faris! Get you bloody hands off me!” Zarina meninggikan suaranya kepadaku sambil bergelut untuk melepaskan dirinya dari pelukanku.
“Or what?” aku bertanya sambil tensenyum sinis.

Aku menguatkan lagi pelukanku pada Zarina. Inilah pertama kalinya aku mendapat rasa tubuh Zarina yang sekian lama aku idamkan. Dalam sekelip mata sahaja, batang zakar aku menjadi keras dan tegang. Aku mengalihkan tangan kananku dari pinggang Zarina ke punggungnya dan kemudian meramas sambil menekan punggungnya itu ke arahku sehingga batang zakar aku yang keras itu menekan celah kangkangnya.

“Faris!” Zarina mula panik
“Kalau kau tak lepaskan aku, aku akan jerit sekuat-kuatnya!” dia mengugut.
“Nak jerit?” aku mengacahnya.
“Jeritlah. Jerit sekuat-kuat hati kau. Biar suami kau dan rakan-rakan kita semua tahu yang kau dan aku sedang berpelukan dengan intim dalam dapur kau ni.”

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69
Zarina dah mati akal. Tenaga yang ada pada dirinya tidak cukup kuat untuk melepaskan dirinya dari pelukanku yang semakin kuat. Air matanya bergelinangan.

“Faris!” suaranya semakin sebak.
“What the hell do you want?”
“Kan aku dah beritahu kau tempoh hari. I want you” aku terus menjawab.

Kemudian tangan kiriku terus memegang belakang kepalanya dan menariknya ke arahku. Aku terus mengucupnya dengan kucupan yang paling berahi. Apabila mulut kami bertemu, Zarina semakin panik. Dia cuba untuk bergelut melepaskan dirinya tetapi tidak terdaya. Dia juga cuba menjerit di dalam mulutku.

“Hhmm!! Mmnn!! Mnnggh!!” suaranya ditenggelami di dalam kucupanku.

Apabila Zarina cuba menjerit, mulutnya terbuka sedikit dan aku dengan pantas mengambil kesempatan itu untuk menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya sambil meraba-raba lidahnya. Kucupanku pada Zarina semakin berahi apabila aku menolak ke seluruh badan Zarina dengan tubuhku sendiri ke belakang menyebabkan dia hampir jatuh ke lantai, tetapi belakang badannya tersentak pada sinki dapurnya.

Aku mengangkat keseluruh badan Zarina dan menyandarkannya pada sinki tersebut. Kakinya sekarang tidak lagi terjejak pada lantai. Semuanya ini dilakukan tanpa aku melepaskan mulutku dari mulutnya. Oleh kerana tubuh badan Zarina sekarang berada tersepit di antara tubuhku dan sinki dapurnya, kedua belah tanganku sekarang bebas bergerak. Tangan kiriku terus mencapai buah dada kiri Zarina dan aku meramasnya dengan penuh nafsu, sementara tangan kananku pula menyelak kain Zarina dan terus meramas faraj di celah kakinya.

Apabila aku menjumpai seluar dalam Zarina, aku cuba menariknya keluar. Zarina terus bergelut. Kemudian aku menyeluk tangan kananku ke dalam seluar dalamnya dan terus meraba sambil meramas faraj Zarina. Dalam pada aku sedang menanggalkan seluar dalam Zarina, tiba-tiba suara Kamal kedengaran dari luar dapur..

“Ina, Ina. Are you in there, sayang?”

Setelah mendengar suara suaminya yang akan masuk ke dapur, Zarina semakin panik..

“Mmaarggh!! Uurggh!!” jeritnya sambil memukul-mukul aku dengan tangannya.

Aku melepaskan mulutku dari mulut Zarina. Air liur dari kedua-dua mulut kami melimpah turun ke dagu dan leher Zarina. Aku dengan pantasnya mengangkat diri aku dari tubuh Zarina apabila aku mendengar tombol pintu dapur dipusing. Aku terus bergerak ke arah bilik belakang. Oleh kerana Zarina sebelum ini tidak mempunyai sokongan tempat untuk dia berdiri, dia terus terjatuh ke atas lantai apabila aku melepaskannya dia. Dengan pantas dia bangun menghadap sinki apabila pintu dapur dibuka. Dia tidak sempat untuk menarik balik seluar dalam yang tersangkut di lututnya tetapi dia sempat untuk memperbetulkan kainnya menutup kakinya semula. Buah dara kirinya lagi masih terkeluar dari baju dalamnya.

“Sayang, apa yang you buat dalam dapur lama ni?” jenguk Kamal kepada isterinya.
“Tak ada apa-apa Bang, Ina cuma nak buat air je ni” jawab Zarina sambil membelakangkan suaminya.

Keadaannya di hadapannya memang kusut. Mulut, dagu dan lehernya penuh dengan air liur kami berdua, buah dada kirinya masih tergantung keluar dari bajunya dan beberapa butang bajunya juga terlucut. Air matanya bergelinangan keluar.

“Cepatlah sikit, ramai orang yang haus ni” tegur Kamal yang langsung tidak sedar apa yang telah terjadi pada isterinya itu.

Kamal kemudiannya keluar dari dapur tersebut. Aku melihat Zarina dari dalam bilik belakang. Dia melepaskan nafas yang panjang dan kemudian tercungap-cungap menangis. Apabila dia sedar yang aku sedang merenungnya, dia berhenti menangis dan membalas renunganku tetapi dengan perasaan yang benci. Sambil pendangannya tidak berganjak dari mataku, dia menarik semula seluar dalamnya ke atas, memperbetulkan buah dadanya ke dalam branya dan membutangkan semula bajunya. Aku mengampirinya dengan perlahan.

“Apa lagi yang kau nak?” suara Zarina antara kedengaran dan tidak.
“Dah puas meraba isteri orang?” sambungnya.
“Belum,” jawabku ringkas.

Aku terus meninggalkan dapur itu. Malam itu aku tersenyum di atas katilku. Di dalam fikiranku, aku cuba bayangkan apa yang sedang berlegar di dalam kepala otak Zarina pada ketika ini. Sanggupkah dia memberitahu Kamal tentang apa yang berlaku pada dirinya siang tadi? Aku rasa tidak. Kalau ada sudah tentu dia memberi amaran kepada Kamal tentangku sejak insiden di restoran tempoh hari. Keesokkan paginya, aku menghubungi pejabat Zarina.

“Minta maaf, encik,” jawab receptionist pejabatnya.
“Puan Zarina ambik MC Hari ini”

Aku pun bergegas ambil emergency leave and terus pergi ke rumah Zarina. Apabila aku sampai di rumahnya lebih kurang jam 9.30 pagi, aku dapati yang dia baru pulang dari menghantar ketiga-tiga anaknya ke taska. Sebaik sahaja Zarina perasan kehadiranku, dia terus berlari masuk ke dalam rumahnya. Aku terus mengejarnya dan sempat menolak pintu rumahnya terbuka sebelum dia dapat menutupnya. Apabila telah masuk aku terus mengunci pintu rumahnya dari dalam. Aku kemudiannya terus menghampiri Zarina. Pada mulanya dia cuba berundur dua tiga tapak bila aku mendekatinya, tetapi langkahku kebih panjang menyebabkan aku dapat mencapainya dengan senang. Aku terus memeluk tubuh badannya dengan erat.

“Faris” Zarina memulakan kata-kata.
“Aku tidak berdaya nak melawan kau.. Tolonglah lepaskan aku” dia merayu.
“Tidak,” jawabku.

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69
Aku mengusap rambutnya dengan perlahan sambil merenung terus ke dalam matanya. Rupa Zarina comot betul pagi itu. Inilah pertama kalinya aku melihat Zarina tanpa sebarang make-up pun padanya. Rambutnya tidak terurus, matanya masih merah akibat kekurangan tidur, pipinya berbekas air mata yang telah kering. Selalunya aku akan bau wangian perfume di badannya, tetapi pagi ini badannya yang belum mandi itu berbau masam, sementara nafas mulutnya masih berbau air liur basi semalam. Tetapi yang anehnya, shalwat aku semakin berahi. Nafsuku terhadap Zarina semakin memuncak.

Aku melihat tubuh badan Zarina dan menghidu bau badannya sebagaimana keadaan semula jadinya, bukannya berselindung di sebalik topeng kosmetik atau wangi-wangian tiruan. Aku dengan perlahan merendahkan mulutku dan terus mengucupnya dengan perlahan dan penuh kasih sayang.. Tidak seperti yang aku lakukan semalam. Pada mulanya, apabila bibir kami bertemu, Zarina tersentak sebentar kerana menyangka yang aku akan mengasarinya. Tetapi setelah merasai kelembutan kucupan yang berbeza itu, tubuh badannya semakin relaks. Setelah hampir dua minit kami berkucupan, Zarina dengan perlahan menarik mulutnya keluar.

“Jangan, Faris” ulanginya.
“Kalau Kamal dapat tahu tentang perkara ni he will kill us both”
“He won’t find out”, aku membalas.

Aku mengucup bibirnya kembali. Kali ini Zarina merelakan kucupanku. Dengan perlahan dia memeluk leherku. Aku pun mengangkat dan mendukung tubuh badannya naik ke tingkat atas rumahnya. Aku terus mendukungnya masuk ke dalam bilik tidurnya dan dengan perlahan membaringkan tubuhnya di atas katilnya. Sepanjang perbuatan ini, aku tidak sekalipun melepaskan kucupanku itu. Setelah membaringkan Zarina di atas katilnya, aku duduk sebentar sebelahnya dan melihat tubuh badannya dari atas sehingga ke bawah.

“God, you are so sexy,” bisikku padanya.

Aku kemudiannya membaringkan tubuhku di atas tubuhnya dan kami berpelukkan dengan penuh erat sambil mulut kami bercantum semula. Aku membelai tubuh badannya dengan perlahan-lahan. Aku telah menanti saat untuk meniduri Zarina bertahun-tahun lamanya, jadi aku tidak akan tergopoh-gapah melayannya. Setelah hampir sepuluh minit kami berpelukan dan berkucupan di atas katil itu, aku mengalihkan mulut dan lidahku pada bahagian-bahagian lain di badannya. Mula-mula aku menjilat pipinya dan telinganya. Tanganku pula aku alihkan pada kedua-dua payudaranya dan meramas-ramasnya dengan perlahan.

“Sayang,” aku bisik ke dalam telinganya.
“Hmm” jawab Zarina dengan manja sambil matanya tertutup menikmati foreplay yang sedang aku berikan padanya.
“Aku mahukan tubuhmu, sayang” sambungku sambil menjilat-jilat telinganya. Tanganku dengan perlahan membuka butang baju tidurnya.
“Oohh” Zarina mengerang dengan perlahan.

Apabila aku telah dapat membuka menanggalkan pakaian tidurnya, aku terus mengalihkan mulutku ke bawah dengan perlahan-mula-mula pada lehernya, dan kemudian dengan perlahan aku menjilat dadanya sehinggalah sampai kepada payudaranya. Akupun memasukkan payudara Zarina ke dalam mulutku dan menghisap sekuat hati.

“Aarrgh” jerit kecil Zarina.

Aku dapat merasakan susu dari payudaranya keluar, masuk ke dalam mulutku. Tetapi aku tidak menelan susu itu. Sebaliknya aku membiarkan ia meleleh keluar dari mulutku membasahi payudara Zarina. Dalam beberapa minit, kedua-dua payudara Zarina basah dengan keputihan susunya sendiri. Aku kemudiannya menurunkan mulutku dan menjilat perutnya, sambil kedua tanganku mula untuk menanggalkan seluar tidurnya.

Apabila seluarnya telah tanggal, maka tiada lagilah seutas benang lagi di atas tubuhnya. Buat pertama kalinya aku dapat melihat apa yang aku cuba fantasikan sejak bertahun-tahun: tubuh badan Zarina yang bogel. Bentuk tubuh badan Zarina sebenarnya tidaklah sebegitu hebat seperti yang aku selalu mimpikan. Kedua-dua payudaranya sudah tidak tegang lagi, sementara lubang farajnya juga agak besar dan bibir farajnya terjuntai keluar. Jika nak dibandingkan dengan faraj Linda dan masih merah dan muda, faraj Zarina sudah coklat dan berkedut.

Iya lah, inilah rupanya bekas orang-entah berapa ribu kali Kamal menyetubuhi Zarina dalam jangka waktu perkahwinan mereka, termasuk juga tiga orang bayi yang telah keluar melalui lubang itu. Tapi aku tidak sedikitpun kisah tentang semua ini. Kalau aku mahukan yang fresh, tentu aku tidak tinggalkan Linda yang masih muda. Dengan perlahan aku menyelak bibir faraj Zarina sambil menghidu bau lubangnya yang kuat dan tebal. Tetapi bagi aku, bau faraj seorang wanita adalah bau yang paling romantik yang pernah aku hidu. Aku memasukkan lidahku ke dalam lubang farajnya dengan perlahan.

“Mm.. Mm..” Zarina mengerang dengan manja sambil mengigit bibir bawahnya sambil menikmati oral sex yang sedang aku berikan kepadanya.

Sambil aku menjilat farajnya, sambil itu aku menanggalkan baju dan seluarku. Kami sekarang tidak mempunyai sehelai pakaian pun menutupi tubuh kami. Aku meneruskan jilatanku di sekitar dinding lubang farajnya sehingga air mazinya dan air liurku membasahi keseluruhan farajnya. Rasa air mazinya dan farajnya berbeza dengan Linda. Zarina punya lebih kelat dan pekat berbanding Linda yang lebih masin. Aku hilang pengiraan waktu semasa aku berada di celah kangkang Zarina itu.

Aku rasa aku menghabiskan masa lebih dari lima belas minit menjilat farajnya itu. Aku kemudiannya mengalih mulutku ke biji kelentitnya pula. Aku mengulum kelentit Zarina sambil menyedut dengan perlahan. Lidahku bermain-main dihujung kelentit nya. Kaki Zarina semakin gelisah dan suaranya semakin kuat mengerang.

“Oohh.. Mmggh.. Huurgh ” bunyinya setiap kali aku menjilat kelentitnya.

Tangannya sekarang sedang meramas rambutku. Aku memasukkan jariku ke dalam lubag faraj Zarina sambil mulutku masih bermain-main dengan kelentitnya. Dengan perlahan aku memasukkan jari-jariku masuk ke dalam farajnya sehingga aku menjumpai G-spotnya. Apabila jari tengahku dapat menyentuh G-Spotnya, dengan spontannya badan Zarina kejang dan dia menjerit kuat, “Aarrgh!!” Aku terus menggosokkan jariku ke G-Spotnya sehinggalah dia mencapai klimaks.

“Oohh!! Faris!! Fariiss!!” jeritnya sambil badannya terangkat ke atas dan segala ototnya kejang seketika.

Air maninya mengalir keluar dari farajnya membasahi keseluruhan tanganku. Setelah tamat klimaksnya yang panjang itu, badannya rebah kembali ke atas katil. Peluh dari tubuhnya menitik keluar. Aku pun bangun dari celah kangkang Zarina dan merenung matanya.

“Faris” sebut Zarina dengan nada yang keletihan.
“Belum habis lagi, sayang. I’m going to fuck you” jawabku.

Aku memegang batang zakarku yang tegang dan keras itu dan memasukkannya ke dalam lubang faraj Zarina. Setelah kepala zakarku telah masuk ke dalam lubang farajnya, aku menyandarkan badanku di atas badan Zarina dan mengucup bibirnya berkali-kali. Sambil itu, aku memulakan pendayungan. Mula-mula dayungan aku perlahan dan lembut. Waktu ini aku dapat rasa yang lubang faraj Zarina agak longgar jika dibandingkan dengan lubang Linda.

Oleh kerana lubangnya penuh dengan air maninya sendiri, setiap kali aku menghunus batang aku dalam ke lubangnya, bunyi kocakkan air maninya kuat seperti bunyi memukul air dengan belati. Air faraj Zarina melimpah keluar membasahi cadar katilnya. Aku kemudiannya mengangkat kedua-dua kaki Zarina ke menolaknya atas katil. Lubangnya farajnya terbuka lebih luas dan aku dapat menghunus batang aku jauh ke dalam.

“Oohh oohh. Oohh oohh!!” jerit Zarina setiap kali aku mengunus batangku ke dalam.

Aku mengangkat punggung Zarina dan menyorongkan sebuah bantal di bawahnya, kemudian menolak kedua-dua kaki Zarina sehingga kepala lututnya berada di sebelah telinganya. Batang zakar aku sekarang dapat bergesel dengan dinding depan farajnya dan betul-betul jauh ke dalam. Kepala zakar aku menjumpai G-spotnya dan aku terus mendayung dengan lebih laju ke arah itu. Nikmatnya sungguh lazat sekali bagi aku dan juga Zarina. Aku tidak pernah merasa kelazatan seks yang begitu indah sekali sebagaimana yang aku sedang menikmatinya. Dan aku tahu yang Zarina pun merasai kenikmatan tersebut apabila dia meramas dan menarik punggungku dan mempercepatkan dayungan batangku ke dalam farajnya.

“Oo Faris sedapnya oo” Zarina semakin hampir pada klimaksnya yang kedua.
“Faster Faris I’m coming, I’m cummiingg!! Aarrghh!!”

Badannya kejang semula sambil melonjak ke atas. Tangannya meronta-ronta seperti orang yang sedang lemas di dalam air, mulutnya tercungap-cungap seperti orang yang kekurangan udara, dan matanya terpejam kuat sehingga menitis air matanya. Kemudian badannya rebah semula ke atas katil.

“Oohh oohh” suaranya semakin perlahan.

Katil itu basah dengan peluh kami berdua, sementara air maninya mencurah-curah di antara celah kangkangnya. Tetapi aku masih belum selesai lagi dengan Zarina. Aku meluruskan semula kakinya untuk merapatkan lubang farajnya. Dayungan batang aku semakin laju dan kuat. Batang zakar aku sekarang bergesel dengan kuat pada kesemua dinding farajnya sambil air mencurah-curah keluar. Aku dapat merasakan yang kedua-dua telor aku sudah penuh dengan air mani dan menunggu masa untuk terpancut keluar.

“Sayang.. Sayang, I’m gonna cum inside you. I’m gonna cum inside you now. Now.. NOW!!” Dengan sekuat hatiku, aku memancutkan air maniku terus ke dalam rahimnya.
“Uugghh! Uugghh! Uughh!!” jeritku dengan setiap pancutan panas spermaku.

Zarina klimaks lagi buat kali ketiga apabila rahimnya telah dibanjiri oleh air mani panasku. Sekarang kedua-dua badan kami rebah di atas katil yang basah dan berbau seks itu. Kami mengambil nafas panjang sambil berkucup-kucupan dengan penuh berahi. Aku memeluk Zarina dengan begitu erat sekali.

“Sayang, you were wonderful. I love you so much ” aku ucapkannya kepadanya sambil tidak berhenti-henti mengucupnya.
“Faris,” jawab Zarina manja.
“That was the BEST fuck I ever had in my life” sambungnya sambil tersenyum.

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69
Akupun senyum padanya kembali. Saat itulah yang aku tahu bahawa walaupun Zarina adalah isteri Kamal, tetapi dia sekarang adalah milikku. Zarina meletakkan kepalanya di atas dadaku sambil memejamkan matanya dan menarik nafas panjang. Tidak sampai lima minit, dia kemudiannya tertidur dalam pelukanku. Aku merenung Zarina untuk seketika sebelum aku pun menidurkan diriku bersamanya. Aku tidak melepaskan pelukanku yang erat sepanjang masa aku menidurinya.

Apabila kami bangun dari tidur, jam telah menunjukkan pukul dua belas tengah hari. Oleh kerana kami tidak memasang air-con bilik tersebut pada awal pagi tadi, badan kami basah dengan peluh masing-masing akibat panas cuaca tengah hari. Bau bilik tidur Zarina tidak ubah seperti bau sarang pelacuran. Seperti biasa, batang zakar aku keras dan tegang selepas aku tidur. Zarina yang perasan kekerasan batang aku itu menyahut pelawaannya.

Dia memanjat duduk ke atas badanku yang sedang telentang di atas katil dan memegang batang zakar aku dengan tangannya. Kemudian, dia mengangkangkan kakinya di atas batang zakar aku dan dengan perlahan menurunkan badannya ke bawah. Batang zakar aku yang semakin keras itu dengan perlahan dimasukkannya ke dalam lubang faraj yang sedang lapar itu. Kali ini giliran Zarina pula yang mengambil control. Pada awalnya, pergerakkannya turun naik adalah perlahan sambil dia memperbetulkan posisinya supaya batang zakar aku bergesel dengan G-Spotnya. Apabila dia telah mencapai posisi yang selesa, lonjakkannya turun-naik semakin laju dan semakin kuat.

“Eerrghh!! Eergghh!! Eerghh!!” jeritan Zarina lebih liar berbanding sesi pagi tadi.

Semakin lama semakin lemas Zarina dalam kenikmatan seks kami. Aku terpaksa memegang pinggangnya untuk memberbetulkan balancenya supaya dia tidak terjatuh dari lonjakannya yang liar itu. Kedua-dua payudaranya melonjak naik turun mengikut rhythm badannya seperti belon yang berisi air. Rambutnya yang panjang terbang melayang. Peluhnya memercik turun dengan seperti air hujan.

Setelah hampir sepuluh belas minit Zarina menunggangku seperi menunggang seekor kuda liar, akhirnya kami berdua sampai ke klimaks hampir serentak. Badannya kejang seperti orang kena kejutan elektrik dan kemudian rebah jatuh ke atas badanku keletihan. Walaupun sesi seks kami kali ini hanyalah beberapa minit sahaja, tetapi keletihannya jauh lebih dirasai dari pagi tadi. Setelah kembali dengan tenaga masing-masing, kami turun ke bawah dan Zarina menyediakan spaghetti bolognese untuk makanan tengahari.

Dia hanya berpakaian baju tidurnya tanpa berseluar dan aku pula hanya memakai seluar dalamku. Sepanjang makan tengahari, kami bermain-main dengan spaghetti kami dengan permainan erotik. Kadangkala aku sengaja menumpahkan speghetti aku ke atas payudara dan farajnya dan kemudian menjilat-jilatnya semula ke dalam mulutku. Zarina pun berbuat perkara yang sama ke atas batang zakarku. Dalam sekejap masa sahaja, kami dalam keadaan berbogel semula dalam posisi 69 menikmati kemaluan masing-masing di atas lantai dapurnya.

Aku memancutkan air mani aku ke dalam mulutnya dan dia menyedut dan menelan setiap titik. Kemudian, Zarina membertahu aku bahawa inilah kali pertama dia merasai air mani seorang lelaki. Selama ini, Kamal tidak pernah mengajarnya dengan oral sex. Setelah habis ‘makan tengahari’, kami bergerak ke living hallnya pula. Zarina memasang CD “Kenny G” dan kami saling beramas-ramasan, kucup-berkucupan dan menjilat-jilat antara satu sama lain di atas kerusi panjang. Apabila keadaan kembali menjadi hangat semula, kami menyambung sesi 69 di atas karpet rumahnya.

Kami akhirnya jatuh tidur kepenatan di atas karpet rumah Zarina bertatapkan kemaluan masing-masing. Jam empat petang, aku dikejutkan oleh Zarina..

“Bangun Faris. You have to go,” jelasnya.
“Aku terpaksa ambil anak-anakku dari nursery lepas tu Kamal akan pulang. Tapi sebelum tu, tolong aku kemas”

Aku menolong Zarina mengemas dapur dan bilik tidurnya. Cadarnya penuh dengan tompokkan air-air seks kami. Zarina terus menukar cadar katil dengan cadar yang baru. Setelah selesai mengemas bilik tidur, kami akhirnya masuk ke dalam bilik air untuk mandi. Kami memandikan dan menyabun diri masing-masing dengan gerakan yang erotik di bawah aliran air shower. Keadaan menjadi semakin erotik dan kami bersetubuh buat kali kelima di dalam shower itu. Setelah selesai membersihkan diri masing-masing, aku mengenakan pakaianku semula dan bersiap sedia untuk pulang.

“Thank you kerana sudi spent time with me today, sayang,” aku ucapkan kepadanya semasa aku hendak keluar.
Zarina tersenyum, “Well, it’s not that I have a choice, do I?”.

Aku tertawa dengan sindirannya. Dengan perlahan aku mengucup bibirnya sekali lagi dan mengucapkan goodbye. Mulai dari saat itu, perhubungan aku dengan Zarina lebih erat dari suami isteri lagi. Hampir setiap hari aku menyetubuhinya. Samada aku akan akan pejabatnya waktu lunch break atau dia akan menemuiku. Tak kiralah samada di bilik setor, di pantry, di dalam tandas, mahupun di dalam bilik bos, kami akan melepaskan nafsu masing-masing di mana sahaja ada ruang kosong dan sunyi.

Dua minggu kemudian, kami akan berjumpa sejam sekali sehari di apartmentku. Aku telah memberikan kunci kepadanya supaya senang dia berkunjung. Selalunya kami akan menonton Video CD porno sambil memainkan semula adigan-adigan seks tersebut. Perhubungan sulit kami berterusan sehingga hampir setahun lamanya. Satu hari, setelah selesai kami melakukan hubungan seks di apartmentku, aku memeluk Zarina dengan erat sambil berbisik ke telinganya..

“Ina, I miss you so much” Zarina memandang ke arahku.
“Miss me? Hai.. Bukan ke hari-hari I datang ke apartment you ni, itupun rindu lagi ke?”
“Sayang, kita sekarang hanya mencuri-curi masa untuk berjumpa. Itupun sekejap saja during lunch break”.
Aku membuka cerita, “Ingat tak tahun lepas, sayang, masa I mula-mula menyentuh you di rumah you masa you MC Hari tu?” Zarina tersenyum sambil memejamkan matanya.
“I will never forget the moment, Faris”
“That is what I miss, sayang. I don’t want to spent an hour making love, tapi the whole day, even a whole week kalau boleh,” aku menerangkan kepadanya.
“Difficult,” jawab Zarina.
“Even now, Kamal dah mula suspicious. Rasanya, it is impossible untuk you datang rumah I lagi” Aku terus duduk dan memegang tangannya.
“I bukan fikirkan rumah you, sayang. Apa kata kalau kita take a long break dan pergi vacation somewhere for a week”
“Vacation? The two of us?” Zarina menggelengkan kepalanya.
“You dah lupa ke pada suami dan keluarga I?”
“Dia orang tak perlu tahu yang you pergi vacation. Cakap pada Kamal you kena outstation pasal kerja”, terang I.

Pada mulanya Zarina agak keberatan, tetapi setelah aku pujuk, akhirnya dia bersetuju juga. Kami merancang dengan teliti program kami. Zarina memohon untuk menghadiri kursus management selama seminggu kepada majikannya. Setelah puas mencari, akhirnya Zarina dapat register pada satu seminar public management di Berjaya Langkawi Beach Resort. Aku pula mengambil cuti rehat selama seminggu pada tarikh seminar tersebut.

Kami sengaja mengambil flight yang berasingan ke Langkawi pada hari tersebut. Aku pergi dulu pagi itu dan kemudian menunggu Zarina di airport. Kapal terbangnya tiba waktu tengahari. Aku menjemputnya dan kemudian kami terus check-in di Berjaya. Zarina pergi berjumpa dengan urusetia seminar dan membatalkan penyertaannya. Di Langkawi, kami seperti sepasang kekasih yang paling intim sekali lebih intim dari sepasang suami-isteri yang baru berkahwin.

Dua malam pertama vacation, kami terperap di dalam chalet berasmara siang dan malam. Kami tidak keluar bilik langsung. Even makanan kami di hantar melalui room service. Di hari-hari berikutnya kami menjadi lebih adventurous. Kami keluar bersiar-siar di hutan (Berjaya Langkawi dibina di sekeliling hutan seperti suasana kampung) dan melakukan persetubuhan apabila tiada orang melihat. Kadang-kadang pada waktu malam, kami akan berjalan di pesisiran pantai dan kemudian melakukan persetubuhan di situ di bawah sinaran bintang-bintang yang samar.
Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69

Setiap hari kami akan melakukan seks sekurang-kurangnya tiga atau empat kali sehinggakan air mani aku kering terus dan tidak keluar lagi apabila aku klimaks. Aku tidak dapat lupakan pengalaman aku dengan Zarina selama seminggu di Langkawi. Terlalu banyak sexual adventure yang kami terokai. Mungkin aku akan ceritakannya satu persatu dalam kisah-kisah yang lain. Tetapi perkara yang betul-betul terkenang di fikiranku hingga kini adalah pada malam terakhir kami di Langkawi. Setelah selesai makan malam di sebuah restoran yang romantik, kami pulang ke chalet cinta kami. Sebaik sahaja kami masuk ke dalam bilik, aku terus memeluk Zarina dari belakang dan mencium lehernya dengan rakus.

“Faris” Zarina ketawa kecil dengan tindakanku itu.

Dia kemudiannya memusingkan badannya ke arahku dan mengucup bibirku. Tanpa membuang masa lagi, aku terus mengangkat tubuh badannya dan membaringkannya di atas katil. Dengan perlahan, aku menanggalkan pakaiannya sambil meraba-raba tubuh badannya. Zarina pun berbuat perkara yang sama padaku. Setelah hampir sepuluh minit kami bermain-main di atas katil, kami sudah menanggalkan semua jenis kain yang ada pada tubuh kami. Faraj Zarina sudah basah dengan air mazinya sementara batang zakarku telah tegang pada tahap maksimumnya. Aku mendudukkan diriku di atas hujung katil sementara Zarina masih telentang menghadapku. Aku mengangkat kaki Zarina ke atas dan menyandarkannya ke atas badanku dan bahuku. Dengan perlahan aku memasukkan batang zakar aku ke dalam lubang farajnya yang sedang menanti.

“Hmm” bunyi Zarina begitu manja sekali sambil memejamkan matanya tersenyum menikmati batang zakar aku di dalam farajnya.

Dengan perlahan, aku memulakan pendayunganku. Tetapi nikmat persetubuhan kami malam itu tiba-tiba terganggu dengan bunyi telefon bimbit Zarina.

“Fuck!” katanya dengan perasaan geram tatkala terkejut dengan bunyi telefonnya.
“Lupakan, sayang” bisikku padanya.

Zarina menoleh ke arah telefon bimbitnya dan dengan tiba-tiba air mukanya berubah menjadi pucat. Aku turut menoleh dan pada waktu itu aku nampak nombor telefon yang terpampar di skrin telefon bimbit Zarina adalah dari rumahnya sendiri. Zarina tidak menjawab pada mulanya dan membiarkan telefon itu berdering. Aku masih lagi mendayung batang zakarku ke dalam lubang faraj Zarina sepanjang telefon itu berdering.

Setelah hampir dua minit, akhirnya ianya pun senyap. Tetapi mood Zarina sudah berubah. Dia kelihatan gelisah dan masih merenung telefonnya. Aku cuba menenteramkannya semula dengan meramas-ramas payudaranya dan menghunus batang zakar aku lebih dalam. Tetapi usaha aku tidak berjaya tatkala telefon itu berdering sekali lagi. Kali ini Zarina tersentak seolah-olah seperti suaminya berada di dalam bilik itu. Setelah berfikir dua tiga kali, akhirnya Zarina mencapai telefonnya sebelum aku dapat berkata apa-apa.

“Hello,” jawab Zarina.
“Oohh.. Abang”

Walaupun aku tidak mendengar siapa yang berada di sebalik talian telefon itu, aku tahu ia adalah Kamal.

“Ina baru balik dari closing seminar ni,” suaranya menggeletar menjawab.
“Baru ni balik ke bilik” Zarina menipu suaminya.

Tiba-tiba Zarina tidak berkata apa-apa. Kamal memberitahu isterinya sesuatu yang panjang. Zarina dengan penuh konsentrasi mendengar kata-kata suaminya itu tanpa tidak sedar yang aku masih mendayung batang zakar dengan perlahan keluar masuk lubang farajnya.

Ngentot Cewek Malaysia-Lendir69
“Abang, janganlah kata begitu”, suara Zarina lembut. Matanya sudah mula berair.
“Ina masih cintakan Abang. Abanglah satu-satunya kasih dan sayang Ina”, Air matanya sudah mula menitik. Aku tidak tahu samada dia bercakap ikhlas pada suaminya ataupun berbohong.
“Ina lah sebenarnya yang banyak berdosa dengan Abang”, Zarina sudah mula menangis.
“Abang tak ada apa-apa dosa dengan Ina. Inalah yang bersalah”, dia merayu ke dalam telefonnya.
“I know. I really miss you too, my love”, bisiknya ke dalam telefon.
“I love you too”, kata-kata Zarina terakhir pada suaminya sebelum dia mematikan telefon bimbitnya.

Dia kemudiannya terus menangis. Aku tidak tahu apa yang dikatakan oleh Kamal kepada isterinya itu tetapi aku tahu ianya telah menyentuh hati kecil Zarina. Aku meletakkan kaki Zarina di atas katil semula dan dengan perlahan memeluk tubuhnya. Dalam pelukanku, Zarina mengucapkan sesuatu padaku yang pahit aku penah dengari..

“Faris, I cannot go through this anymore. Aku sudah tidak sanggup menduakan suamiku lagi. Kamal seorang suami yang baik, Faris. Please understand”

Agak susah untuk aku menerimanya, tetapi setelah termenung seketika, aku terpaksa akui yang Zarina bukannya milikku selamanya. Aku merenung mata kekasihku dengan penuh kasih sayang. Dengan perlahan, aku mengundurkan batang zakarku dari lubang farajnya. Tetapi tiba-tiba Zarina berkata..

“Faris, don’t”, dengan perlahan Zarina memeluk punggungku, dan menolaknya kembali menyebabkan batang zakar aku kembali masuk ke dalam lubangnya.
“Faris” Zarina berkata perlahan.
“I want you to make love to me tonight. Tapi kau mesti faham bahawa malam ini adalah malam terakhir buat kita berdua. Selepas dari malam ini, kita sudah tidak ada apa-apa lagi”
“Tetapi aku nak kau tahu”, sambung Zarina, “Bahawa aku tidak pernah merasai nikmat cinta sebegitu indah sebagaimana aku merasainya bersama kau dalam satu tahun kita bersama”
“Aku tidak merasainya walaupun dengan Kamal. But painful as it is, it has to end tonight”, Zarina mengakhiri ayatnya sambil air matanya berlerai turun.
Aku memeluk kekasihku itu dengan penuh erat, “Oohh sayangku” keluhanku padanya.

Aku mengucup bibirnya dengan perlahan sambil meneruskan pendayunganku. Sepanjang persetubuhan kami malam itu, tidak satu pun suara kedengaran dari kami berdua. Zarina menutup matanya sambil menikmati dayunganku buat kali terakhir. Apabila kami berdua mencapai klimaks, kami menguatkan pelukan dengan lebih erat lagi tanpa mengeluarkan satu keluhan pun.

Malam itu aku memancut air maniku dengan banyak sekali ke dalam rahim Zarina, sebagaimana yang aku rasai sewaktu pertama kali kami bersetubuh. Walaupun setelah selesai persetubuhan kami, aku tidak mencabut keluar batang zakarku dari lubang farajnya. Aku membiarkannya berada di dalam tubuh Zarina sepanjang malam. Kami tidur dalam pelukan masing-masing sambil kedua-dua tubuh kami bersatu.

Tatkala siang menjelma keesokkan harinya, tubuh kami masih lagi bersatu. Tetapi aku tahu bahawa segalanya telah berakhir. Dengan perlahan aku mengeluarkan batang zakar aku dari farajnya. Kami mengemaskan diri dan pakaian masing-masing secara berasingan. Lazimnya, kami sudah melakukan persetubuhan di waktu pagi samada di atas katil atau di bilik air. Kali ini ianya tidak berlaku. Aku dan Zarina mandi berasingan.

Aku check-out dari resort itu dahulu kerana flight aku adalah flight pagi. Semasa di dalam kapal terbang, aku sudah rindukan Zarina. Apabila sampai di Subang, aku mengambil keputusan untuk menunggu Zarina. Aku menunggunya hingga ke tengah hari apabila flightnya touch-down. Tiba-tiba aku terlihat Kamal membawa ketiga-tiga anaknya untuk menjemput isterinya. Beberapa minit kemudian, Zarina keluar dari balai ketibaan disambut oleh keluarganya.

Zarina mencium tangan suaminya, dan kemudian Kamal mencium pipi Zarina. Mereka berpelukan antara satu sama lain seperti satu keluarga bahagia. Aku hanya memerhatikan keluarga Zarina dari jauh. Pada ketika itu aku berasa kesal dan sedih ke atas Kamal. Dia memang seorang rakan yang baik kepadaku. Dia banyak menolong sejak kami berdua dari kecil lagi. Tetapi aku telah membalas jasa-jasa baik kawan karibku dengan meniduri isterinya. Aku meninggalkan lapangan terbang itu dengan hati bercampur sedih dan juga gembira.

Sejak daripada itu, aku dan Zarina sudah tidak mempunyai apa-apa hubungan lagi. Aku cuma menjumpainya di waktu gathering rakan-rakan kami. Pada mulanya agak sukar untuk kami menerimanya, tetapi semakin hari semakin dapat adjust seperti mana keadaan sebelumnya. Cuma sesekali aku terlihat perasaan rindu Zarina kepadaku di dalam matanya.


Lendir69 Obat Perangsang Buat Pembantu

Lendir69 Obat Perangsang Buat Pembantu

Lendir69 Obat Perangsang Buat Pembantu
Lendir69 Obat Perangsang Buat Pembantu.Beberapa waktu yang lalu, karena telah berulang kali dipanggil oleh anaknya di kampung, maka pembantu kami yang sudah tua, Mbok Iyem akhirnya pulang juga ke kampungnya di Jawa Tengah, tetapi sebelum pulang ia berjanji akan membantu kami untuk mencarikan seorang pembantu lain yang berasal dari kampungnya juga, jadi pada saat Mbok Iyem pulang kampung, tidak terjadi kekosongan pembantu di rumah kami. Hal ini penting bagi kami, karena kami berdua, suami isteri bekerja sehingga kami memerlukan seorang pembantu untuk beres-beres di rumah.

Pada hari yang telah ditentukan, maka datanglah seorang pembantu baru yang dijanjikan oleh Mbok Iyem, yaitu seorang gadis kampung yang telah putus sekolah, berumur 18 tahun bernama Lastri. Sulastri bertubuh sedang dengan kulit bersih dan berambut panjang, yang dengan malu-malu memperkenalkan dirinya kepada kami, setelah menerima instruksi ini itu dari isteriku, Lastri pun mulai bersiap untuk kerja.

Memasuki hari Senin, secara kebetulan saya mendapat cuti kantor selama tiga hari, yang mana bisa saya pergunakan untuk beristirahat di rumah. Setelah isteriku berangkat kerja, sayapun santai di rumah sambil baca koran dan mendengarkan radio, sedang Lastri sibuk membersihkan rumah sehabis mencuci pakaian.

Sedang saya asyik membaca, tiba-tiba dikejutkan oleh sapaannya, “Maaf Pak.., Saya mau mengepel lantainya”.

“Oh iya, pel aja..”, kata saya sambil terus membaca, tetapi mataku memperhatikan pembantu ini dengan lebih seksama. Lastri mengepel lantai sambil berjongkok dan sesekali merangkak sambil terus mengayunkan tangannya. Saat ia merangkak, terlihat pinggulnya yang besar dengan pantat yang membentuk bulat bergoyang ke kiri dan ke kanan dengan irama yang teratur, celana dalam yang dipakainya terbayang sangat jelas dari balik daster yang dipakainya.

Saat ia berbalik untuk mengepel di bawah kaki saya, terlihat dari belahan dasternya dua buah bukit yang ranum, terbungkus oleh kutang ketat, yang kelihatannya sudah agak kekecilan. Tanpa terasa saya menggosok batang kemaluanku, yang tiba-tiba menjadi tegang. Konsentrasi saya untuk membaca menjadi hilang.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Lastri bersiap-siap untuk membersihkan dirinya dan mengambil handuk serta masuk ke kamar mandi, begitu terdengar suara air yang terguyur di kamar mandi, saya cepat-cepat meloncat bangun dan berjalan cepat-cepat ke arah kamar mandi. Dari sela-sela pintu kamar mandi terdapat celah yang bisa dipakai untuk mengintip ke dalam.

Lendir69 Obat Perangsang Buat Pembantu
Ternyata pemandangan di dalam kamar mandi begitu asyiknya, Sulastri ternyata mempunyai badan yang bersih mulus dengan kedua payudaranya yang ranum keras dengan puting yang mengarah ke atas berwarna coklat muda,

pinggulnya yang besar sangat seksi dengan bulu-bulu halus di atas kemaluannya. Lastri sibuk menggosok-gosok badannya tanpa sadar ada mata yang sedang menikmati tubuhnya yang ranum. Dengan berdebar saya terus mengintip Lastri yang sesekali menunduk untuk menggosok kakinya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Nafsu saya naik ke kepala, saya mulai mengelus batang kemaluanku sampai tegang. “Aah, enaknya kalau bisa memeluk dan menancapkan batang penisku di vaginanya”.

Sedang asyik mengintip, saya teringat kalau di lemari saya masih ada menyimpan sebotol obat perangsang bermerek ‘Spanish fly’ oleh-oleh teman dari luar negeri. Cepat-cepat saya ke kamar mengambil obat tersebut dan membawanya ke dapur, dan benar saja dugaanku bahwa Lastri memang sudah menyiapkan teh hangat bagi dirinya sendiri di situ. Segera saya tuangkan spanish fly itu ke dalam minuman Sulastri dan saya tambahkan gula sedikit agar dia tidak curiga.

Saya kembali duduk di kursi depan dan pura-pura membaca sambil membayangkan tubuh mulus Lastri sambil mengelus batang penisku yang sudah tegang, saya benar-benar sudah bernafsu sekali untuk menyetubuhi Lastri. Sekitar setengah jam kemudian, saya mendengar erangan halus yang berasal dari kamar Sulastri, “Heehh.., heehh”.

Segera saya menghampiri kamarnya dan pura-pura bertanya, ” Lastri.., ada apa dengan kamu..?”.

Lastri sambil mengeluh menjawab, “Aduuh Pak.., perut Saya.., hheehh”.

“Kenapa..?”, sambil bertanya saya segera saja masuk ke dalam kamarnya, Lastri kelihatan pucat dan keningnya berkeringat, sedang dalam posisi merangkak sambil memegang perutnya. Cerita novelseks.com

“Aduuh.., aduuh.., perut saya.., Pak”.

“Mari Saya tolong..”, kata saya, sambil berdiri di belakangnya dan tunduk serta memegang perutnya dengan kedua tangan untuk mengangkatnya berdiri. Saat berdiri sambil memeluknya dari belakang, penisku yang sudah tegang dari tadi menempel pada celah pantatnya, Lastri agak kaget juga, tapi ternyata dia diam saja sambil terus mendesah.

“Ayo saya gosok perut kamu.., biar hangat”, kata saya sambil tangan kananku terus bergerak menggosok perutnya sedangkan tangan kiriku mengangkat dasternya dari bawah. Saya memasukkan tangan kiriku ke dalam daster itu dan berpura-pura akan menggosok perutnya juga tapi saya segera menurunkan tangan saya untuk menyibakkan celana dalamnya dan mulai meraba bulu-bulu halus yang bertebaran di sekitar vaginanya. Saat tangan saya menyentuh vaginanya, Lastri menggelinjang keras dan mendesah panjang, “aah.., Paak..”, seraya menekankan pantatnya yang montok ke penisku yang sudah menanti dengan tidak sabar. Tangan kananku pun mulai masuk ke dalam sela-sela kancing daster, naik terus ke atas dan menemukan payudaranya yang ranum, yang ternyata tidak terbungkus oleh kutangnya, segera saya meremas payudaranya.

Lendir69 Obat Perangsang Buat Pembantu“Las,.., ayo Saya gosok sambil tiduran”, kata saya.

“Hee.. Eeh”, katanya.

Saya tuntun Lastri ke tempat tidur dan membaringkannya dengan kedua kakinya tetap terjuntai di lantai. Secara cepat saya menyibak dasternya dan segera menarik turun hingga celana dalamnya terlepas. “Aduuh.., Paak”, katanya sambil menggerakkan pinggulnya.

“sst..”, kata saya sambil menundukkan kepala dan mencium vaginanya yang persis di depan mataku.

“aarkkh..”, seru Lastri sambil membuka kakinya lebih lebar lagi dan kemudian secara cepat menutupnya lagi sehingga kepalaku terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Saya mulai menjilat vaginanya, lidahku mulai menjalar ke kanan dan ke kiri menyibakkan kedua belah bibir vagina Lastri sampai akhirnya saya menemukan clitorisnya. Kedua tangankupun secara gencar mulai bergerilya meremas kedua payudaranya sambil sesekali mempermainkan putingnya yang langsung mengeras.

“Paak..”, Lastri keenakan sambil mulai menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan bagaikan sangat kegelian, dan tiba-tiba dari vaginanya memancar cairan, yang segera saya jilat habis.

“Las.., buka dulu yaa bajunya”, kata saya sambil berdiri dan dengan cepat mulai membuka celana dan kaosku. Sementara saya berdiri telanjang, penisku benar-benar tegang dan keras. Mata Lastri terbelalak memandang penisku yang besar dan berdiri.

“Paak.., Lastri takut”, katanya.

“sstt.., nggak apa-apa Las..”, kata saya sambil membantu Lastri membuka bajunya.

Lendir69 Obat Perangsang Buat PembantuKarena kakinya masih menjuntai di pinggir tempat tidur, segera saya mengambil bantal dan mengganjal pantatnya sehingga vagina Lastri sekarang menyembul dengan clitorisnya yang mengkilap karena jilatan lidahku. Segera saya arahkan penisku ke lubang vaginanya dan berusaha untuk menekannya masuk, sementara tanganku meremas payudaranya sedangkan mulutku mulai memagut bibirnya. Ternyata lubang vagina Lastri sempit sekali, sehingga baru kepala penisku yang masuk, ia sudah menjerit kesakitan dan berusaha menggeliatkan badannya yang mungil.

Saya menahan geliatan badannya dan terus berusaha memasukkan seluruh penisku ke vaginanya yang sempit dengan menarik keluar masuk kepala penisku. Biarpun vagina Lastri telah basah oleh cairan yang keluar dari tubuhnya, saya tetap juga mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan vagina Lastri ini.

Sambil memeluk tubuhnya, mulutku bergesar ke arah telinga Lastri, dan secara tiba-tiba saya menggigit cuping telinganya dengan agak keras. Secara refleks, Lastri kaget sekali, “Aduh..”, tetapi bersamaan dengan itu saya menekan penisku sekuat tenaga masuk ke dalam vaginanya.

Lastri kaget dan terdiam, tetapi saya kembali memagut bibirnya dan menyedot lidahnya sambil mulai menaikkan pantatku sedikit sedikit, kemudian turun menekan sampai ke ujung. Aduh nikmatnya bukan alang-kepalang, vagina Lastri benar-benar sempit sekali bagaikan jepitan halus yang menjepit dengan ketat serta berdenyut-denyut terus-menerus. Setelah beberapa kali naik turun, cabut sedikit, tekan lagi.., Lastripun mulai menikmati permainan seks ini, sambil mengerang-erang, dia juga mulai menggoyangkan pinggulnya. Kedua belah kakinyapun turut menari-nari, kadang menjepit kakiku, kadang dia menjepit pinggangku.

Lendir69 Obat Perangsang Buat Pembantu“Aarkhh.., ppaak.., enaak”, kata Lastri, sambil terus menggoyangkan pinggulnya, sehingga penisku yang berada di dalam vaginanya terasa bagaikan diremas-remas dengan keras. Akhirnya sayapun tidak tahan lagi, saat badannya menjadi kejang karena dia sampai pada puncak kenikmatan, sayapun mempercepat gerakan naik turun sampai cairan maniku terasa menyembur-nyembur ke dalam vagina Lastri. Akh, kita berdua sungguh lunglai setelah tiba pada puncak kenikmatan. Ternyata setelah selesai baru saya tahu kalau ternyata Lastri masih perawan dan belum pernah dijamah oleh lelaki lain.


Selama masa cuti tiga hari, saya tetap betah di rumah. Dan kalau istriku sudah berangkat kerja, maka Lastri dan saya mulai mempraktekkan berbagai macam gaya bersetubuh. Lastri ternyata murid yang sangat pandai untuk diajar dan selalu bernafsu untuk mengulang dan mengulang lagi. Hal ini berlangsung selama enam bulan, kadang larut malam, kadang pagi hari kalau saya lagi kepingin menikmati tubuhnya, saya ijin dari kantor, sampai akhirnya Lastri dipanggil pulang oleh keluarganya untuk dikawinkan di kampung.
Lendir69 Terbaru 2017 Fiona Guru Cantik Private Lesku

Lendir69 Terbaru 2017 Fiona Guru Cantik Private Lesku

Lendir69 Terbaru 2017 Fiona Guru Cantik Private Lesku
Lendir69 Terbaru 2017 Fiona Guru Cantik Private Lesku. Kisah ini terjadi pada waktu aku duduk dipertengahan kelas 3 SMA dulu. Waktu itu nilai-nilai pelajaranku terutama matematika, fisika dan kimia bisa dibilang hancur lebur.

Aku kadang-kadang menyesal juga dulu mamilih kelas IPA, kenapa waktu itu tidak memilih IPS saja supaya tidak ketemu 3 pelajaran keramat itu, tapi ya nasi sudah jadi bubur, ya mau apa lagi. Demi memperbaiki nilai-nilaiku, aku terpaksa mengiluti les bersama 2 temanku, Hans dan Vernand. Yang memberi les seorang mahasiswi tingkat akhir, umurnya kira-kira 22 tahun waktu itu. Aku mengenalnya melalui perantaraan ciciku.

Namanya Fiona, penampilannya perfect sekali, kulit putih, body langsing dengan buah dada yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, pas lah untuk ukuran orang Asia, rambutnya panjang sedada, biasanya dikucir, wajahnya juga cantik, tidak lebar tidak juga panjang, sekilas mirip artis Moon Lee dari Hongkong, dia juga memakai kacamata minus, yang membuatnya terlihat seperti orang pintar, tapi itu tidak mengurangi kecantikannya.

Hari itu aku pergi les ke rumahnya bersama dengan Hans, waktu itu Vernand tidak bisa datang karena sakit. Sesampainya di sana, kami memencet bel berulang kali tapi tidak ada yang membukakan pintu, sialnya lagi waktu itu hujan sudah mulai turun deras sedangkan kami tidak membawa jas hujan, terpaksa kami mampir dulu ke restoran kecil tepat di seberang rumahnya, minum kopi dulu sambil menunggu hujan reda.

Kira-kira 15 menit kemudian aku melihat Ci Fiona turun dari taksi dan langsung berlari ke rumahnya karena tidak membawa payung. Aku langsung memberitahu Hans, setelah kami membayar, lalu kami membawa motor masing-masing ke depan pagar rumah Ci Fiona, sebelum dia masuk rumahnya kami sudah sampai di depan pagar sehingga kami tidak bertambah basah karena dia sudah melihat kehadiran kami.

Di dalam rumah kami membuka jaket kami yang basah. Ci Fiona memberikan handuk pada kami untuk mengeringkan diri dan memberikan kami minum teh panas. Dia sendiri sempat kebasahan sehingga pakaiannya mengerut dan makin memperlihatkan lekuk tubuhnya.

“Aduh sori banget yah, hari ini Cici ada kuliah tambahan lupa beritahu kalian jadi bikin kalian basah gini”, katanya.
“Tidak apa-apa kok Ci kita maklum, tapi kok kenapa di rumah sekarang sepi amat nih, yang lain pada ke mana nih?”, tanya Hans.
“Papa dan Mama lagi ke Surabaya ngikutin undangan pernikahan saudara nih, terus pembantu cici udah pulang, kan udah deket lebaran”.
“Wah jadi repot dong Ci di rumah sendirian”, kataku padanya.
“Yah begitulah, tapi besok ortu pulang kok”, katanya.
“Eh, sebelum les Cici mau mandi dulu sebentar ya, basah nih nanti flunya kambuh lagi, kalian tunggu saja dulu di sini oke..”.
Mendengar itu pikiranku mulai ngeres membayangkan di saat dingin begini bisa mandi bersama cewek secantik Ci Fiona. Ooh enaknya, dingin-dingin empuk deh rasanya.

Lendir69 Terbaru 2017 Fiona Guru Cantik Private Lesku
Dari kamar mandi mulai terdengar suara percikan air, ingin rasanya aku mengintipnya tapi sayang lubang kuncinya sempit sekali. Kami mulai melihat-lihat isi ruang tamunya, melihat foto-fotonya waktu kecil, foto pernikahan kakaknya, dan foto-foto keluarga yang terpajang di sana.

Tiba-tiba dari kamar mandi terdengar jeritan disusul Ci Fiona keluar dari kamar mandi hanya dengan ditutupi handuk yang dilipat dan secara refleks memeluk Hans yang saat itu dekat kamar mandi. “Ada kecoa besar sekali di sana!”, katanya. Aku masuk ke kamar mandi dan melihat ada seekor kecoa yang cukup besar yang bisa membuat wanita terkejut, segera kutepuk binatang itu dengan sandal dan kubuang bangkainya ke tong sampah. Waktu aku keluar kamar mandi kulihat Ci Fiona masih dipelukan Hans dengan hanya selembar handuk saja, dalam hati aku merasa sirik.

“Huh kenapa gua dari tadi bukan berdiri di situ, sialan”, gerutuku dalam hati. Ci Fiona terlihat seksi sekali saat itu, rambutnya yang basah tergerai dan pahanya yang putih panjang itu kulihat dengan jelas sekali membuat penisku bangkit saat itu, ingin rasanya menarik handuk itu.

Hans berkata, “Ci kecoanya sudah mati Ci, tenang.., tenang..!”.
Beberapa saat kemudian Ci Fiona mulai tenang dan berkata, “Terima kasih ya untung ada kalian, Cici takut banget sama kecoa”.

Dia mulai melepaskan pelukan tidak sengajanya itu, tapi mendadak Hans menangkap pergelangan tangan kirinya dan tidak melepasnya.

“Eh, kenapa kamu ini Hans, sudah cici mau berpakaian dulu nih”.
“Sudah Ci tidak usah repot-repot berpakaian deh, saya lebih suka ngeliat Cici seperti ini”, jawab Hans.
“Udah ah, kamu jangan main-main keterlaluan gitu ya”, kata Ci Fiona sambil menghentakkan tangannya, tapi Hans bukannya melepas malah semakin erat menggenggamnya sambil tangan satunya menarik lipatan handuk yang dipakai Ci Fiona sehingga handuk itu jatuh, dan terlihatlah pemandangan terindah yang pernah kulihat tubuh putih indah dengan buah dada yang putingnya merah muda dan kemaluannya yang tertutup bulu-bulu hitam yang lebat, persis seperti model-model nude Jepang yang kulihat di internet.

“Kurang ajar kamu ya!”, bentaknya sambil menampar Hans.
Ditampar begitu Hans bukannya kapok, malahan memegang tangan satunya itu dan melipat kedua tangan Ci Fiona ke belakang, lalu mencium bibirnya, membuat pipi Ci Fiona memerah malu.

Melihat adegan panas itu aku yang sudah terbuai nafsu langsung mendekati mereka. Aku memeluk Ci Fiona yang sedang berciuman dari belakang. Tubuh Ci Fiona terasa harum, karena baru selesai mandi. Tanganku agak gemetar ketika memegang buah dadanya yang indah.

Kumain-mainkan putingnya sampai terasa mengeras, aku juga menciumi kupingnya dan turun menjilati lehernya, kemudian tangan kiriku mulai turun meraba kemaluanya dan memainkan klitorisnya, hangat rasanya tanganku di tempat itu. Hans melepas ciumannya setelah merasa susah bernafas.

“Sudah.., sudah berhenti.., kalo tidak Cici teriak nih!”, kata Ci Fiona.
Tapi bukannya berhenti, Hans kembali melumat bibir Ci Fiona dan mulai meraba dadanya, aku gantian memegangi tangan Ci Fiona. Menurutku Ci Fiona sebenarnya suka diperlakukan begitu hanya saja dia sok jual mahal atau mungkin juga malu. Buktinya kalau dia tidak suka dia pasti sudah berteriak sejak tadi, dan lagi pula dia bisa dengan mudah menendang sekangkangan Hans untuk melepaskan diri, tapi nyatanya dia hanya meronta-ronta sedikit dan lebih lagi dia juga mulai mengeluarkan lidahnya untuk beradu ketika Hans menciuminya.

Tidak lama kemudian rontaannya mulai melemas dan kelihatannya dia mulai menikmati semua ini.
Hans kembali berkata, “Ci di sini tidak nyaman kan, gimana kalo kita ke kamar Cici aja?”.
“Sudah.., cukup.., kalian memang keterlaluan, Cici ini kan guru kalian!”.

Tanpa menjawab Hans mencari dan menemukan kamar Ci Fiona, aku menutup mulut Ci Fiona dengan tanganku sambil memegangi kedua tangannya yang terlipat ke belakang dan aku menggiringnya masuk ke kamarnya. Setelah Hans mengunci pintu aku mendorong Ci Fiona ke ranjang.

Lendir69 Terbaru 2017 Fiona Guru Cantik Private Lesku
Ci Fiona meraih selimut dan menutupi tubuhnya lalu berkata, “Kurang ajar kalian ya.., pergi kalian dari rumah ini..!”. Tapi kami mana mungkin menurutinya, aku mendekatinya sementara Hans membuka pakaiannya, kurebahkan dia di ranjang. Kulumat bibir mungilnya, lalu kujilat buah dadanya, sambil tanganku memainkan vaginanya yang sudah basah karena kumainkan waktu di ruang tamu tadi.

“Stop.., pergi.., jangan gitu Siung.., ah.., jangan.., ahh!”, kudengar Hans berkata padaku.
“Eh Siung mau main kok masih pake baju, lepas dulu dong sana!”.
Hans yang sudah bugil duduk di samping kami, lalu kulepas sebentar Ci Fiona untuk membuka bajuku, Hans langsung menyambar Ci Fiona dan menjilati vaginanya, sesudah bugil aku mendekati lagi Ci Fiona yang lagi terbaring.

Aku berlutut di depan wajahnya dan berkata, “Ci tolong dong jilatin, boleh tidak?”. Ci Fiona menatapku sejenak sambil mendesah karena jilatan Hans, lalu diraihnya penisku dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Kulumannya enak sekali, penisku terasa hangat dan basah. Sambil dikulum, kuremas-remas buah dadanya yang montok itu.

Setelah puas menjilati vagina Ci Fiona, Hans mengarahkan penisnya yang cukup besar itu ke liang vagina Ci Fiona, dengan perlahan Hans memasukkannya sementara Ci Fiona terus mengulum dan menjilati penisku. Ternyata Ci Fiona sudah tidak perawan lagi, karena ketika Hans memasukkan penisnya tidak ada darah sedikitpun.

Kira-kira 10 menit lebih penisku dikulum olehnya, aku merasakan sudah mau keluar dan aku sebenarnya sudah mau melepasnya namun tak tertahankan lagi akhirnya aku menyemburkan maniku di mulutnya, dia pun melepas kulumannya. Kulihat mulutnya penuh dengan mani dan sisanya muncrat membasahi wajahnya, “Sori Ci, Cici terlalu semangat sih tadi, Cici nggak marah kan?”, kataku. “kurang ajar ya kamu ke guru sendiri berani berbuat gini..”. Cerita novelseks.com

Aku mengambil tisu untuk membersihkan wajah Ci Fiona, ketika aku hendak mengelap penisku, Ci Fiona mencegah, “Siung, jangan.., sini biar Cici bersihin aja.., uhh!”, katanya teputus-putus karena sedang digenjot Hans. Dia meraih penisku dan menjilati sisa-sisa maniku sebelum dia menelannya tadi, semua maniku berada di dalam mulutnya.

“Gimana Ci? rasanya enak gitu?”, kataku.
Dia hanya mengangguk sambil terus menjilat sampai bersih.
Setelah bersih aku bertanya padanya, “Ci gua haus nih, ambil minum di mana nih?”.
“Ambil saja di kulkas di tingkat 2 sana.., ahh.., ahh..”, katanya lagi dengan nada terputus-putus.

Aku keluar dan membuka kulkas, setelah minum kulihat di frezeer juga ada sekotak es krim, terpikir olehku untuk makan es itu di atas tubuh Ci Fiona pasti lebih nikmat. Maka kubawa es itu ke kamar. Sebelum sampai kamar pun suara desahan Ci Fiona masih terdengar, untung kamarnya agak di dalam dan ada suara hujan deras di luar, jadi suaranya tidak terdengar sampai ke tetangga.

Ketika aku sampai kulihat tubuh Ci Fiona menggelinjang hebat, sampai terlihat tulang-tulang rusuknya, kelihatannya dia sudah mencapai klimaks, dia merangkul erat Hans sambil medesah panjang. Hans mencabut penisnya dan memuntahkan isinya ke mulut Ci Fiona. Ci Fiona menelan semuanya sambil menjilati penis Hans. Aku dekati mereka dan berkata, “Capek ya Ci, nih minum dulu deh!”, kusodorkan segelas air padanya.

“Ci sambil istirahat bagi dong es krimnya boleh tidak?”, tanyaku sambil menunjukkan es itu.
“Kamu ini bener-bener tidak sopan ya, tidak bilang-bilang main ambil aja.., ya udah makan sana”, katanya.
“Tapi tidak ada gelasnya nih Ci.., gimana kalo kita makanya di atas badan cici aja ya?”, tanapa menunggu jawaban darinya, aku sudah mulai mengoles es krim itu ke tubuhnya mulai dari leher, dada, kemaluan, dan paha indahnya. “Eh tunggu dulu, kalian ini apa-apaan nih, dingin ah jangan!”.

Lendir69 Terbaru 2017 Fiona Guru Cantik Private Lesku
Sebelum dia berbuat lebih kami langsung menjilati tubuhnya, Hans menjilati leher dan dadanya, aku bagian vagina dan pahanya. Hans berkata, “Wah Ci enak banget esnya, apalagi yang bagian dada, es kayak gini pasti cuma ada 1 di dunia”. Ci Fiona cuma bisa mendesah karena geli bercampur nikmat. Kujilati kemaluannya, agak aneh memang rasa es krim bercampur cairan cinta, tapi enak juga kok.

Setelah es di tubuhnya habis, aku berbaring dan memintanya duduk di atas penisku sambil menggenjotnya. Ci Fiona mulai memasukkan penisku ke vaginanya, kelihatannya agak sempit walaupun tidak perawan lagi. Dia mulai bergoyang-goyang di atas tubuhku dan Hans memasukkan penisnya ke mulut Ci Fiona. Ku remas buah dadanya yang hot itu, sampai akhirnya kutembakkan maniku di vaginanya. Kami akhirnya bermain sampai puas, hari sudah gelap waktu itu.

Kami sempat tertidur kira-kira 1 jam, ketika bangun kulihat Ci Fiona sudah memakai piyama bersandar di pinggir ranjang sambil merokok, baru kali ini kulihat dia merokok, katanya sih dia memang jarang sekali, hanya kalau lagi strees saja biasanya. Kulihat dimeja belajarnya ada fotonya sedang dirangkul seorang pria yang cukup ganteng, pas untuknya.

Kutanya siapa orang itu, ternyata dialah pacar Ci Fiona yang sekarang sedang mengambil gelar master di Amerika, dia sudah 1,5 tahun tidak pulang hanya ada kabarnya lewat e-mail dan telepon. Karena itulah Ci Fiona sudah lama tidak menikmati lagi hubungan seks. Sekaranglah Ci Fiona mendapat penyaluran kebutuhan itu, meskipun sebelumnya dia malu-malu.

Dia berkata, “Sudah bangun? gimana.., sudah puas? Kalian ini benar-benar deh, belum pernah ada murid les saya yang seberani kalian, tapi please yah, jaga rahasia ini, biar ini cuma kita yang tau aja, ok!”
“Beres Ci”, kata Hans, “Asal cici seneng kita juga seneng kan, tapi Vernand boleh tau tidak, dia kan temen kita juga Ci”, kata Hans.
“Hmm.., iya deh tapi dia orang terakhir yang tau rahasia ini loh”.
“OK Ci beres!”, jawab kami bersamaan.
“O iya, Cici udah masak makan malam, lu duaan makan aja di sini”.
Kami pun makan bersama, masakannya enak, hoki banget pacarnya kalau sudah nikah nanti. Sesudah makan kami pulang diantar Ci Fiona sampai pintu pagar. Baru kutahu ternyata dibalik wajah alim dan terpelajar Ci Fiona tersembunyi banyak hal di luar dugaan.
Sejak itu sampai pacar Ci Fiona pulang bila ada kesempatan kami sering melakukan hal itu lagi, kadang berempat (ditambah Vernand), kadang 1 lawan 1 saja, kadang triple, macam-macam lah. Untuk mencari tempat sepi biasa bila di rumah salah satu dari kami sedang kosong, kami meneleponnya untuk datang ke sana saja.

Sekarang aku sudah kuliah semester 4, Ci Fiona pun sudah menikah dengan pacarnya, kami bertiga diundang ke pestanya, di sana dia tersenyum manis pada kami bertiga mungkin tanda terima kasih karena kamilah yang memenuhi kebutuhan biologisnya waktu pacarnya tidak ada dulu. Selamat ya Ci, semoga bahagia selalu, kamilah yang tidak bahagia karena tidak bisa bermain dengannya lagi.


Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar

Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar

Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar
Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar.Saudara kembarku Jilly namanya. Biasanya orang makin dewasa makin nggak kelihatan kembarnya, tapi antara aku dan Jilly kami tidak berubah banyak. Aku lebih sering pakai rok, dan Jilly lebih suka pakai celana panjang. Tapi itu hanya kalau kita pergi-pergi. Di rumah aku senang juga pake celana jeans butut, apalagi kalau sedang melukis. Yah, itulah aku, si pelukis. Jilly lebih suka bermain piano daripada main cat.

Selayaknya anak kembar, dari dulu kami senang sekali mempermainkan orang. Kami sering bertukar tempat tanpa ada yang tahu. Hanya sekali saja Jilly memotong pendek rambutnya, saat itu kami kelas 1 SMP, tapi setelah rambutnya panjang lagi, dia membiarkannya begitu, dan kekembaran kamipun sempurna lagi. Aku sayang sekali sama Jilly, tapi ada satu kejadian yang tak dapat kulupakan, dan berkesan mendalam, meskipun bukan sesuatu yang patut dibanggakan.

Waktu kami berdua kuliah tingkat dua, aku dan Jilly di universitas yang sama, tapi beda jurusan. Biarpun begitu kita berdua selalu bercerita tentang teman2, dan kadang aku ke kampusnya, dan kadang Jilly menjemput di kampusku. Jilly agak bebas anaknya, dan karena penampilannya yang oke, banyak cowok yang mengejarnya. Kita berdua hampir sama tingginya, kurus dengan buah dada yang lumayan meski tidak terlalu besar, rambut sama-sama sepunggung, mata indah, hidung imut, dan bibir yang bisa dibilang seksi.

Oke.. saat itu Jilly diundang ke pesta ultah temannya. Karena Jilly adalah Jilly, pada malam yang sama dia punya janji dengan cowok yang lain, dan ia lupa sama sekali tentang pesta ini sampai detik terakhir. “Janet!! Oh Jan…. aku lupa sama sekali tentang pesta si Ria!!!,”katanya begitu kubuka pintu kamarku. “Terus?”kataku cuek. “Aduh, aku sudah janji sama Poppy bakal datang. Kan sekalian berkenalan lebih jauh, tahu kan si Ria itu anak baru di kampus. Nggak enak kalau nggak datang.” “Memang nggak bisa batalin janjimu sama si… siapa sih yang kamu janjiin malem ini?” “Malem ini aku janji mau nonton sama Martin,”tampang Jilly berkerut bingung. Aku diam saja.

Memang malam ini aku nggak punya rencana. “Eh… kamu aja yang datang ke pesta si Ria!!”kata Jilly sambil cengar cengir. Dasar… pasti sudah dipikirkannya rencana ini. “Hah? Aku? Nggak ah…”kataku jual mahal. “Ayo dong… please…..,”kata Jilly lagi. “Toh kamu kenal temen2ku, si Poppy, si Ria, Ana, Fredrik, Dede. Nggak ada yang tau deh.” “Hmm…. Oke lah… aku bisa mampir di pesta itu, tapi nggak lama2 lho…..” “Yesssssssss…. Hehehe… makasih lho Jan,”katanya. Lalu,”Oiya, jangan lupa, Denny bakal jemput, jam tujuh!!” “Hei!!! Aku nggak tau bakal nggantiin kamu juga buat ngedate?!”Kataku setengah kesal, well… Denny itu cowok yang lumayan hot di kampus. Nggak ada salahnya aku kenalan lebih jauh, hehehe.. Jilly udah ngeloyor pergi.

Malam itu Denny datang menjemput. Uh keren oi…. Desisku dalam hati. Denny pakai kemeja biru muda, dan celana panjang hitam. Rambutnya yang lebat rapi dan agak berkilat pakai gel. Aku sendiri memakai salah satu sackdress abu2 muda punyaku sendiri. Karena aku tahu Denny belum lama betul kenal Jilly, aku tak ragu bakal ketahuan.

Di mobil kami hanya ngobrol-ngobrol ringan. Tak kusadari mobil melaju di jalan tol. “Aku lupa, rumah si Ria agak di pinggir kota ya?” kataku hati-hati. “Iya nih, dilihat dari alamatnya sih nggak ketahuan. Untung aku tanya Bobby dulu sebelum jemput kamu.” “Masih jauh?”tanyaku “Nggak juga, sekitar 15 menit lagi mungkin.”

Rumah Ria ternyata besar sekali. Letaknya di pinggir kota, baru sedikit rumah2 disitu, kebunnya luas. Mobil2 yang datang lumayan banyak. “Wah nggak ada kendaraan umum yang kesini,”kataku sebelum turun. “Lihat mobil2 ini, pasti pada jalan bareng2 semua.” “Kelihatannya begitu. Yuk, kita join di dalam.”

Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar
Suasana di pesta itu lumayan meriah. Poppy, Dede, Ari, dan teman2 Jilly yang lain sudah ada disana, dan seperti yang Jilly bilang, tak seorangpun mencurigaiku. Cuma sekali salah satu cewek menegurku dan aku sama sekali tak tahu siapa dia. “Eh Jilly, ketemu lagi disini. Datang sama siapa?” kata si cewek. “Sama Denny. Eh bajunya bagus sekali, pasti model baru di “Limited” ya?’ tanyaku basa basi. “Lho ini kan baju yang kita beli bareng pas shopping di mall itu,”katanya agak heran. Aku sempat panik. Tapi sambil tertawa aku bilang,”Lha… iya.. aduh bagus sekali jatuhnya, sampai aku nggak ingat.” Saat itu Poppy muncul. “Janet, Kristin, mau minum apa?” Oo jadi namanya Kristin, kataku dalam hati.
Singkat cerita, di akhir pesta itu aku dan Denny sudah semakin akrab dan semua kecanggungan musnah. Aku minum2 jus punch, yang terasa ada alkoholnya. Denny minum punch juga, tapi lebih banyak dari aku. Yang jelas kami tidak mabuk. Kuperhatikan Denny makin sering menatapku, dan aku pun merasa tertarik, karena secara fisik, Denny tidak mengecewakan. Aku tersenyum2 dan menatapnya balik, bahkan sempat memegang dan mengelus2 tangannya juga. Aku tetap waspada untuk tidak berbuat terlalu jauh, atau mengundang gossip, karena aku kan Jilly malam ini.

Di mobil dalam perjalanan pulang, Denny mengelus2 pahaku yang tertutup sackdress mini itu. Aku hanya bersandar sambil menikmati. Di tepi jalan yang lumayan sepi, Denny menghentikan mobilnya, lalu tiba2 mencium bibirku. Aku agak kaget, tapi karena sudah merasa ini akan terjadi, hanya membalas ciuman Denny dengan mesra. Aku sedang tidak punya pacar saat itu, dan seperti Jilly, aku agak bebas dalam hal ini. Ciuman2 Denny semakin panas, dan nafas kami memburu. Denny memegang pipiku, rambutku, lalu ciumannya turun ke leher, dan dengan agak ragu ia meraba2 payudaraku. Kubiarkan ia berbuat begitu, terus terang aku sudah terangsang juga.

Aku meraba-raba selangkangan Denny. Ia agak terkejut, tapi dengan senyum nakal aku mulai membuka ikat pinggang dan ritsletingnya. Tanganku segera mengelus ****** Denny yang mulai bangun. Kukocok pelan-pelan dan aku menunduk. Kurasakan Denny agak bergetar nikmat mendapat service tak terduga ini. Aku mulai mengisap-isap dan menyedot ****** Denny, kurasakan memekku mulai basah juga. Aku memang senang dan cepat terangsang kalau menghisap ****** laki2.

Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar
Denny mulai menyetir lagi sambil tanganya kadang mengelus kepalaku. Aku hanya menggumam tak jelas dengan mulut penuh kontolnya. Kurasakan kami ada di jalan tol sekarang karena mobil melaju tanpa halangan. Sesekali Denny mengerang dan menyetop kepalaku. “Aku nggak pengin keluar dimulutmu,”katanya sambil mengatur nafas. “Enak Den?”tanyaku sambil mengelus ****** perkasa yang sudah tegak itu. “Oh ya… Gila juga Jill, nggak nyangka lho…,”katanya Aku mulai mengisap lagi.

Tak lama mobil berhenti. Lampu merah. Setelah beberapa lampu merah, mobil berhenti total. Aku mendongak. Motel. Lampu motel yang berwarna putih dan biru itu dikelilingi lampu merah yang berkedip-kedip. Aku hanya tersenyum. Denny, melihat senyumku, cepat keluar dan membayar untuk kamar. Baru jam 11 malam, kupikir kita bisa bersenang-senang satu dua jam, dan aku akan pulang. Jilly mungkin belum pulang sebelum jam 2 pagi. Kami punya kunci sendiri2 hingga tak usah merepoti orang rumah.

Denny keluar dengan sebuah kunci. Kami pun memarkir mobil di depan kamar nomor
8. Sampai di kamar, Denny langsung membuka kemejanya, dan aku melucuti sackdressku. Aku langsung berbaring di ranjang, tapi Denny menarikku bangkit. “Sini,”katanya sambil berjalan ke sudut dimana meja kecil dan sebuah bangku tertata.

“Angkat satu kakimu ke atas bangku.” Kuturuti dengan agak bingung. Denny lalu berjongkok tepat di depan memekku yang sekarang terbuka itu. “Oooohhhhhhhhhhhhh……”desahku saat lidahnya bermain di kemaluanku. “Giliranku memakanmu,”kata Denny sambil melirik kearahku. Aku hanya bisa terpejam nikmat. Kutekan kepalanya dan kusodorkan memekku agar ia lebih leluasa menjilat. Denny sungguh mahir, kedua tangannya memegangi pantatku hingga tak bergerak-gerak, lidahnya menyapu seluruh permukaan memekku.

Lalu tangannya membuka memekku, hingga lidahnya kini bisa keluar masuk lubang memekku. Sesekali dihisapnya juga klitorisku. “Ohhhh… Dennn….. Dennny…….,”erangku nikmat. Cairan memekku mulai membanjir. Sulit sekali tinggal diam, karena rangsangannya begitu nikmat. Kumainkan kedua buah dadaku, kuremas-remas, dan putingnya kucubit-cubit. “Dennn…oh enaknya…. Habis ini toketku ya Den…ohhhhhh….aku mau kau kerjai juga toketku ini….. ohhhhhh jilat lagi Dennn…. Itu Den… klitnya juga….oh…….”

Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar
Setengah jam ada si Denny mengerjai memekku. Lalu dengan buas didorongnya aku ke ranjang, dan ditindihnya. Tangannya meraih kedua toketku, diperas-perasnya dengan buas, lalu disedotnya putting susuku keras-keras. Aku menggelinjang dan meronta. Nikmatnya nggak ketolongan. “Sekarang….entot gue sekarang Den…..,”kataku tak tahan lagi. Untungnya si Denny punya kondom. Cepat-cepat dipakainya kondom itu, lalu kurasakan kejantanannya mulai menancap di memekku. “Aaaahhhhh…. Rapat sekali Jill…….. ugh…….,”desahnya sambil mulai memompa. Tanganku melingkari lehernya, kedua kakiku melingkar di pinggangnya dan kubawa pinggulku naik turun sesuai irama entotan Denny.

Denny memegang pantatku dan menariknya saat ia menghujamkan kontolnya, hingga terasa dalam sekali. Tak lama kemudian aku orgasme. Denny tidak langsung orgasme juga, tapi ia memperlambat irama permainannya. Lalu ia mulai menyedot-nyedot putting susuku lagi. Dan kamipun berciuman lagi. Sesaat kemudian kontolnya yang masih keras itu mulai mengayuhku dalam ronde berikutnya.

Ia menyuruhku naik ke atas tubuhnya, lalu akupun mulai encot-encotan naik turun diatas kontolnya. Aku senang sekali karena ia membantuku, hingga tusukan-tusukan kontolnya makin terasa dalam memekku. Tangannya memainkan kedua toketku yang terayun-ayun. Ia mencubit putting susuku keras-keras hingga aku terpekik. Tiap kali tangannya memainkan putting susuku, kurasakan memekku menjepit erat kontolnya. “Ohhhhhhhhhhh Den….. ohhhhhhhhhhhhhh…..” teriakku sambil orgasme lagi. “Den…. Entot aku semaumu Den…. Aku nggak kuat lagi diatas….”kataku sambil terengah-engah. Denny mengambilkan aku air minum. Kagum sekali aku karena kontolnya itu masih keras saja.

Denny lalu mengganjal pinggulku dengan bantal, dan mulai mengentotku lagi. Kedua tanganku dipegangnya diatas kepalaku.

Gerakannya tambah cepat. Rupanya si Denny sudah hampir tak tahan juga. Tapi tiba-tiba kurasakan salah satu tangannya menyelip diantara tubuh kami, dan akhirnya menemukan klitorisku. Sambil mengentotku dengan mantap, ia juga memijat-mijat klitorisku. Nafsuku dipaksa bangkit lagi. Aku terbeliak, dan hanya sanggup mengerang nikmat. “Ohhhh…..,”desahku. “Den… kamu benar-benar….ahhhhhhhhhhhhhh…..” Denny mengentotku makin cepat, lalu meraih kedua pinggulku dan menancapkan kontolnya dalam-dalam, akupun orgasme lagi. Suaraku serak merintih dan mengerang.

Lendir69, Kisah Malang Anak ABG Kembar
“Den… kamu benar-benar luar biasa,”bisikku padanya. “Ah Jill, kamu yang benar-benar seksi,”katanya sambil mencium bibirku. “Den aku punya permintaan,”kataku waktu kami berpelukan di ranjang. “Apa?” “Malam ini sungguh spesial. Tapi aku akan malu sekali kalau kamu mengungkit-ungkitnya besok, kesan romantisnya akan hilang.. Maka…. Aku ingin malam ini jadi rahasia kita yang paling manis.” “Tentu, Jill,”katanya sambil mengelus rambutku. “Aku tak akan lupa. Dan aku juga bukan orang yang senang membicarakan seks. Rasanya malu. Mungkin agak munafik, tapi… itulah aku.”

Dan Denny mengantarku pulang malam itu. Dua bulan kemudian Denny pindah ke kota lain, dan sampai saat ini Jilly saudara kembarku tak pernah tahu apa yang terjadi malam itu. Kami makin sibuk dan belum ada kesempatan untuk bertukar tempat lagi. Mungkin lebih baik begitu, meskipun Denny benar-benar mempunyai tempat khusus di dalam pikiranku.